Penjaga Perubahan
|
Drs. Yusran Adnin, MA menyampaikan presentasi kepada kepala sekolah dan pengawas mitra DBE 3 Se Sumatera Utara di Asen Intenational Hotel, Medan. Foto: Erix Hutasoit - DBE 3/SUMUT
|
|
Sosok laki-laki sederhana ini tidak bisa dilepaskan dari MTs Negeri Binjai. Drs. Yusran Adnin, MA adalah jiwa dan semangat. Di tangan Pak Yusran sekolah ini menjadi populer. Banyak orang datang kesini untuk melihat, bagaimana perubahan positif berlangsung.
Di mata Ibu Asmawti, MTs Negeri Binjai telah banyak berubah. Baik secara fisik maupun kualitas. Ibu Asmawati menambahkan, kalau perubahan di sekolah itu tidak berlangsung mulus. Pak Yusran banyak mengalami tantangan,“Saya menyaksikan sendiri. Sekolah ini (MTs N Binjai) banyak berubah. Tidak seperti ini; bersih. Banyak sampah dulu…,” ungkap Ibu Asmawati, salah satu Fasilitator Nasional (FasNas) di hadapan peserta TOT Nasional Oktober Silam. Di hadapan Kepala Sekolah Se Sumatera Utara, Pak Yusran mengamini tantangan itu.
|
Di awal kepemimpinannya, Pak Yusran mengaku mendapatkan sejumlah penolakan. Keinginan untuk mengenjot kualitas MTs N, tidak disambut begitu saja.”...bahkan ada yang mengajak saya berkelahi,” kata Master of Art dari IAIN Sumatera Utara ini.
Pak Yusran mencoba segala cara. Dia tunjukkan kepemimpinannya. Menurut Pak Yursan, kepemimpinan di sekolah harus tegas. Ketegasan itu penting karena beban kualitas dan manajemen ada dipundak kepala sekolah.”Kepala sekolah itukan modeling (contoh). Kalau kepala sekolah tidak bisa memberikan contoh, wah sulit itu,” tegas Pak Yusran.
Pak Yursan mencontohkan diri. Sebelum rembulan dikejar matahari, Pak Yusran sudah bangun dari peraduan. Sebagai muslim yang taat, Pak Yusran tidak pernah absent memanjatkan puji dan syukur. Setelah segala sesuatunya beres. Pak Yusran segera berangkat menuju sekolah. Dia harus menempuh perjalanan sejauh 40 kilometer.
Tiga puluh menit sebelum proses belajar dimulai. Pak Yusran sudah berdiri di depan sekolah. Dia sambut satu persatu siswa dan guru yang datang. Lewat cara itu, Pak Yusran mencohkan disiplin baik untuk siswa, guru dan dirinya.
Ketika PBM (Proses Belajar Mengajar) berlangsung. Mantan guru MAN ini, tidak membiarkan guru sendirian. Beliau rajin melakukan supervisi kelas.
“...banyak studi membuktikan kalau kepala sekolah bagus maka kualitas sekolahnya juga bagus.”
DR. Baedhowi, Dirjen PMTK Depdiknas
(TVone, 28/11/09)
Dia mengamati cara guru menyampaikan materi. Setelah itu Pak Yusran memberikan masukan. Dia selalu memotivasi guru lewat kata,” Apa yang bapak/ibu lakukan sudah baik…” Pak Yusran selalu mendekatkan diri dengan guru dan staff. Bukan cerita baru, kalau Pak Yusran sering melakukan kunjungan mendadak kerumah rekannya. “ …sekadar silaturahmi saja,” kata Pak Yusran. Pak Yusran yakin kebersamaan akan membawa dampak positif di sekolah. Menurut beliau, kebersamaan akan memudahkan ide-ide diterima dan dikerjakan.
Pak Yusran memberikan contoh sederhana cara membangun kebersamaan. Pak Yusran membiasakan diri bersantap siang bersama guru-gurunya sebelum rapat dimulai. Walau Pak Yusran punya ruang khusus tapi Pak Yusran tidak menggunakannya. Hasilnya positif, rekannya merasa dekat dengan dirinya. Ketika ditanya apakah dia merasa terbeban dengan banyaknya kunjungan kesekolahnya.
Pak Yusran menjawab dengan lugas. Kunjungan adalah kehormatan sekaligus beban. Beban, karena dia harus menjaga kualitas sekolah agar tidak turun. “Karena alangkah kecewanya orang, kalau datang kesini ternyata hasilnya tidak sesuai…,” jawab Pak Yusran (*)
Oleh :
Drs. Yusran Adnin, MA
|
PENDIDIKAN : ˜SD Negeri 09 di Pangkalan Berandan ˜PGA 4 Tahun di Pangkalan Berandan ˜ PGAA 6 tahun di Langsa, Aceh ˜ S-1 Fakultas Tarbiyah di IAIN Sumatera Utara ˜ S-2 Manajemen Pendidikan Islam di IAIN Sumatera Utara.
PEKERJAAN : ˜1986 - 2006 Guru MAN 1 Tanjung Pura, Langkat ˜ 2006 - 2010 Kepala MTs Negeri Binjai.
|
|
Halaman 9
|
KABAR DBE 3 SUMUT NO. 02 OKTOBER 2009
|
|