HOME:HALAMAN UTAMA
  Kabar DBE3 SUMUT II
  
 Berita & Artikel
  
 Informasi Baru
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

UTAMA


SISIAKSI di SMP Negeri 3 Sidikalang

Yenni Erica Cibro sumringah bukan main saat menunjuk kerja kertas jawabannya. Rabu (26/08) selepas tengah hari, Yeni dan siswa kelas IX-1 baru selesai melakukan SISIAKSI. SISIAKSI adalah simulasi yang berbasis aktifitas siswa. Menurut Kepala SMP Negeri 3 Sidikalang, Bapak Hasoloan Siburian S.Pd, SISIAKSI adalah sarana belajar dari siswa untuk siswa. SISIAKSI berangkat dari logika sederhana yaitu siswa yang menguasai mata pelajaran tertentu akan lebih efektif mengajari siswa lain.

Cara kerjanya praktis. Siswa yang pintar di mata pelajaran matematika misalnya, dikumpulkan dalam satu kelompok. Satu kelompok biasanya berjumlah sepuluh orang. Kelompok ini kemudian bertemu secara teratur untuk membuat soal yang akan diujikan kepada teman sekelasnya. Ujian diadakan secara periodik. Topik yang diujikan haruslah topik yang sudah diajarkan di kelas.

Mengawasi. Seorang siswi sedang mengawasi rekan-rekannya yang mengerjakan soal-soal dalam tes SISIAKSI untuk mata pelajaran Bahasa Inggris (Rabu, 26/08). Foto: Erix Hutasoit-DBE3/SUMUT


Baca Juga :

SISIAKSI Hal. 11

Proses SISIAKSI dari hulu sampai hilir sepenuhnya dikerjakan secara mandiri oleh siswa. Mereka membuat soal dan kunci jawaban sendiri. Menentukan hari pelaksaan SISIAKSI. Melakukan pemeriksaan hasil ujian. Mendokumentasikan hasilnya. Membuat perangkingan dan mengumumkan para peringkat tertinggi.

Lewat SISIAKSI, semangat belajar siswa di SMP Negeri 3 Sidikalang terus meningkat. ”Kini siswa lebih bersemangat untuk belajar,” ungkap Pak Siburian (*)

  1. Dua orang siswa tampak sedang mengerjakan soal bahasa Inggris dengan serius.

  2. Lembaran jawaban siswa yang telah selesai diperiksa oleh tim SISIAKSI.

  3. Hasil ujian kemudian didokumentasikan dalam buku seperti ini. Dalam buku ini disusun daftar nilai siswa. Di akhir tahun pelajaran nilai ini akan diumumkan dan siswa dengan nilai tertinggi akan mendapatkan hadiah.

  4. Siswa bekerja secara mandiri. Proses seperti ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih sering berlatih.

Bpk. Hasoloan Siburian, S.Pd

Bpk. Hasoloan Siburian, S.Pd


Enam Tahapan SISIAKSI

1. Pada awal tahun pelajaran, wali kelas membentuk perangkat kelas seperti ketua kelas, sekretaris, bendahara dan seksi-seksi. Salah satu seksi yang dibentuk adalah seksi SISIAKSI dan tim mata pelajaran (mapel)


3. Tim Mapel yang terdiri dari 10 orang siswa kelas itu mengerjakan: (1)menyusun soal SISIAKSI, (2) menggandakan soal sebanyak 40 eksemplar (sebanyak siswa di kelas tersebut) (3) Pada waktu yang disepakati, soal itu diujikan kepada siswa pada kelas tersebut. Tim mapel yang telah membuat soal tidak ikut mengerjakan soal, tetapi mereka mengawasi teman-teman mereka mengerjakan soal. Mereka secara otomatis dianggap mendapatkan nilai 100. SISIAKSI dilaksanakan selama 30 menit, seusai KBM.(4) Setelah SISIAKSI selesai dilaksanakan, lembar jawaban siswa dikumpulkan dan dinilai oleh Tim Mapel. Tim Mapel menyerahkan daftar nilai kepada seksi SISIAKSI.

  

2. Seksi SISIAKSI membuat rencana kerja, antara lain: (1)membuat jadwal SISIAKSI, 3 kali dalam satu semester yang dilaksanakan sebelum ulangan harian dari guru mapel (2) mengingatkan Tim Mapel untuk membuat pertanyaan tingkat tinggi.


4. Demikianlah dilakukan selama 4 hari, yakni untuk mapel Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA, yakni mata pelajaran yang diujikan secara nasional. Setiap siswa terlibat dalam salah satu tim mapel tersebut.


5. Setelah keempat mapel tersebut selesai disimulasikan, seksi SISIAKSI merekap nilai siswa dan menyerahkan rekapitulasinya kepada ketua kelas.

6. Ketua kelas berkordinasi dengan wali kelas, memberikan hadiah yang disediakan sekolah kepada siswa yang mendapatkan jumlah nilai tertinggi.


 Halaman 5

KABAR DBE 3 SUMUT NO. 02 OKTOBER 2009