|
SIDRAP
Mengintegrasikan Program DBE3
dengan Program Diknas Sidrap
Kabupaten Sidrap terus berbenah menata program pembangunannya. Salah satu yang menjadi prioritasnya adalah peningkatan mutu pendidikan. Karena itu, bupati H. Rusdi Masse sangat aktif memberikan dukungan terhadap implementasi
program DBE3. “Program DBE3 ini yang harus didukung. Saya setuju dengan program pelatihan guru.” Ujarnya di ruang kerjanya saat memberikan kontribusi menajemen izin memakai ruang pola kantor bupati untuk pelatihan BTL2.
Dukungan ini merupakan bentuk apresiasi tinggi terhadap program DBE3. Betap tidak, tempat ini tidak hanya dilengkapi fasilitas mewah untuk pelatihan, tapi juga selama ini lebih difungsikan untuk kegiatan seremonial formil tertentu.
Sejalan dengan dukungan bupati H. Rusdi Masse, Sekda Kabupaten Sidrap, Drs. Hasanuddin, M.Sc saat menutup pelatihan BTL2 (8 Juni 2009) menyatakan
akan membantu pelaksanaan program DBE3 di Sidrap.
Karena itu, ia berharap pembelajaran di kelas dapat lebih baik sebagai dampak pelatihan peningkatan kapasitas DBE3. “Seusai training ini tentu kita semua akan melihat perubahan nyata di dalam kelas.” Tandasnya semangat. Ia juga
memaparkan bahwa pemerintah kabupaten Sidrap tengah melaksanakan pendidikan bersubsidi dari SD, SMP, SMA. Namun, untuk mendapatkan mutu
pendidikan yang baik, kegiatan peningkatan mutu pembelajaran yang digencarkan DBE3 ini penting disebar luaskan ke semua sekolah.
Sebab itu, integrasi program DBE3 ke dalam program Diknas dan Depag mendesak untuk dilkasanakan. Demikian paparnya. Menindak lanjuti dukungan bupati, Kadiknas
Sidrap, Drs. H.Syahruddin, M.Ed, serta Kabid Pendidikan Dasar, Drs. Husni Zainal, meminta DBE3 untuk melakukan integrasi program Diknas dan
DBE3.
“Saya silahkan DBE3 melaksanakan program pelatihan guru SMP sebagai muatan program Multigrade Training Diknas. Dan biayanya sudah tersedia.” Ungkap Husni Zainal di ruang kerjanya.
|
Sekretaris Daerah Sidrap, Drs. Hasanuddin, M.Sc,
saat menutup pelatihan BTL2 di Sidrap
|
|
|
Sekretaris Daerah Sidrap, Drs. Hasanuddin, M.Sc, saat menyerahkan
bantuan Non Cash Mesin Jahit dan Komputer untuk PKBM dan Pesantren
Mitra DBE3
|
Bantuan Non Cash
Tumbuhkan Semangat Kewirausahaan
Warga Belajar Paket B
“Tadinya saya menganggur, tapi setelah bergabung dengan PKBM 45
saya bisa memiliki keterampilan menjahit. Ini dapat membantu saya
buka usaha sendiri. Mudah-mudahan.” Kata Nurhalisa, warga belajar PKBM 45 Sidrap. Dengan semangat dan penuh harap untuk dapat buka usaha sendiri setelah beroleh
keterampilan menjahit di PKBM mitra DBE3 itu. “Saya cukup
beruntung, karena tidak lama saya bergabung tiba-tiba ada bantuan
mesin jahit dari DBE3” Lanjutnya.
Walau matahari masih sepenggala di upuk timur, nampak sudah begitu riuh dan aktif kegiatan di PKBM 45 Tanru Tedong. Air muka 20 orang warga belajar kelas
keterampilan vokasional merona ceriah, sibuk membetulkan kain-kain yang
sebentar lagi dijahit ramairamai. Memang PKBM ini baru saja menerima donasi
perangkat belajar jahitmenjahit yang lengkap, mulai dari jarum jahit, benang,
mistar pola, meter, kancing, kain, hingga beragam mesin jahit terbaru dari DBE3
Sulsel.
Sebanyak 12 mesin jahit Butterfly, tiga mesin Obras Yamata, tiga mesin Typical, dan empat mesin Janome, semuanya mesin jahit terkini untuk home industry
menjahit (usaha konveksi) di berikan kepada tiga lembaga pendidikan
non formal – PKBM 45, PKBM, Arya, PKBM Kharisma - mitra DBE3 di
Sidrap. Dan satu pesantren, Ponpes DDI Nurul Haq, menerima laptop,
printer, dan buku-buku pelajaran, termasuk kitab tafsir kontemporer
Al-Misbah.
Sejumlah pelaku pendidikan di Sidrap memberikan apresiasi positif
terhadap program ini. Saat seremoni simbolis penyerahan bantuan
Non Cash Grant ini kepada pimpinan PKBM di ruang pola kantor
bupati (8 Juni 2009), Sekda Sidrap, Drs. Hasanuddin M. Si,
mengungkapkan bahwa bantuan ini akan memberdayakan warga
belajar.
Senada dengan Husni Zainal, Kabid Pendidikan Dasar Diknas
Sidrap, “Bantuan Non Cash ini, selain untuk mengembangkan
keterampailan kejuruan, juga menumbuhkan semangat
kewirausahaan warga belajar.” Jelasnya.
|
Nurhalisa, warga belajar PKBM 45
Sidrap saat mengikuti pelatihan
menjahit
|
|
PANRITA Warta Inovasi Pembelajaran di Sulawesi Selatan
|
Juli 2009
|
|