HOME:HALAMAN UTAMA
  Panrita No.5
  
 Berita Dari Lapangan
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

No.5
Juni 2010

PANRITA
Warta Inovasi Pembelajaran di Sulawesi Selatan


Salam Panrita,

Setelah mengikuti pelatihan pembelajaran kontekstual, banyak guru dan kepala sekolah (kasek) dari sekolah mitra dan non mitra menerapkan praktik pembelajaran yang dapat menginspirasi pengelola sekolah untuk berbuat lebih baik lagi buat siswa-siswanya. Pada saat yang sama, siswa sudah mampu mengekspressikan dan menilai metode dan pendekatan pembelajaran yang disenangi ataupun tidak disenangi dari guru-gurunya. Pengalaman guru, kasek, dan siswa yang inspiratif itu mereka bagi dalam bentuk kisah pengalaman pembelajaran, ide pembelajaran, dan refleksi pembelajaran siswa. Mereka mengawali rencana praktik pembelajarannya dengan mengkaji kurikulum yang menghasilkan Peta Kompetensi, merancang Lembar Kerja Siswa dan Media serta menyusun Rubrik Penilaian menyeluruh namun terukur.

Lalu mereka memberikan penghargaan terhadap hasil karya siswa yang dihasilkan di akhir setiap PBM. Semua pengalaman di atas dibagi ke segenap stakeholder daerah pada saat mengikuti kegiatan district showcase yang diselenggarakan dalam bulan Mei dan Juni. Rekaman kegiatan pameran pembelajaran aktif itu disajikan dalam edisi ini. Dan ke depan, praktik pembelajaran yang baik yang terlaksana di sekolah akan menjadi fokus sajian untuk terus menerus disebarluaskan ke pengelola pendidikan. Sekali lagi, dengan harapan praktik-praktik itu dapat menjadi inspirasi bagi guru-guru untuk mengkreasi pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa.

Pembelajaran ini diterapkan oleh Herlina, S.Pd
Guru IPS SMPN 1 Tellulimpoe Kab. Sidrap

Pembelajaran Aktif:
' Mengkonkretkan ' Kolonialisme
Bangsa Eropa di Depan Kelas


Waktu dua kali empat puluh menit dikelola dengan baik oleh Herlina, guru SMPN 1 Tellu Limpoe, untuk mengantar siswanya di kelas 2c memahami latar belakang kedatangan penjajah bangsa-bangsa Eropa ke Indonesia. Metode pembelajaran yang relevan dipilih agar dapat menciptakan suasana kontekstual jaman penjajahan, meliputi Bermain Peran, Diskusi Kelompok, dan Presentasi Hasil Karya. Media pembelajarannya beberapa jenis rempah, antara lain buah pala, kayu manis, cengkeh, dan merica. Semuanya diadakan untuk lebih mengkotekstualkan faktor-faktor pemicu kedatangan bangsa-bangsa kolonial Eropa. Tema pelajaran hari itu (4 Mei 2010) adalah Kebudayaan dan Pemerintahan di Jaman Kolonialisme Eropa. Indikator dan tujuan serta hasil karya siswa dipajang di pohon-pohon karena pembelajaran berlangsung di halaman sekolah yang rindang.

(1) Guru pastikan tujuan pembelajaran dipahami siswa, (2,3,4) adegan pribumi dan penjajah, (5) Diskusi kelompok, (6) Siswa Presentasi

Memulai pembelajarannya, dirinya memastikan indikator dan tujuan yang ingin dicapai dipahami siswa. Menajemen waktu dilakukan seefektif mungkin supaya setiap tahapan proses pembelajaran mendapatkan alokasi waktu yang cukup. Ia merinci alokasi waktu tiap tahapan, yakni:

(1) 5 menit persiapan kelas

(2) 5 menit apersepsi dan motivasi

(3) 10 menit permainan peran /drama

(4) 5 menit refleksi drama

(5) 20 menit pembagian LK, Kerja Kelompok, dan merumuskan Hasil Karya

(6) 20 menit Presentasi dan Diskusi Kelompok

(7) 5 menit reinforcement (penguatan) hasil karya

(8) 10 menit penilaian, apresiasi karya siswa dan refleksi partisipatoris tentang proses dan hasil pembelajaran.

Metode Role Play yang dilakonkan siswa oleh Lina dimaksudkan agar siswa dapat menghayati proses masuknya bangsa-bangsa Eropa ke Indonesia. Penampil drama terdiri dari tiga kelompok. Kelompok 1 terdiri dari 5 orang siswa yang memerankan pedagang rempah-rempah. Kelompok 2 dan 3 kelompok penjajah Portugis dan Spanyol yang adu kekuatan menguasai rempah dan hasil bumi Indonesia. Kekuatan metode ini antara lain adalah semua naskah drama ini disusun sendiri oleh siswa. Juga, penghayatan peran, mimik, dan jenis-jenis aksinya dikreasi oleh siswa sendiri.

Suasana kelas sangat fokus karena terbawa ritme drama yang penuh greget. Indikator yang dicapai yakni menguraikan proses masuknya bangsa-bangsa Eropa ke Indonesia dipahami oleh siswa dengan baik. Visualisasi kedatangan bangsa kolonialis itu didapatkan dari drama dan dikuatkan dengan tugas dalam LK yang dikerjakan melalui kerja, presentasi dan diskusi kelompok.

Inovasi Pendidikan. Jika anda membutuhkan informasi tentang inovasi pendidikan dan praktek-praktek pembelajaran yang baik. Anda dapat memperolehnya di website kami. Klik: www.inovasipendidikan.net