HOME:HALAMAN UTAMA
  Berita dari Sul-Sel
  
 Berita & Artikel
  
 Informasi Baru
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Warta Utama

Halaman 2 


Menyambut Perubahan di Kelas

“Mungkin ada guru saya memikirkan kendala sumber belajar lengkap dan mahal. Saya tegaskan, pembelajaran kontekstual tidak harus dengan media belajar mahal. Pembelajaran bermakna DBE3 memotivasi kita berkreasi di kelas. Saya akan berupaya keras membantu guru guru saya menerapkannya. Yakin, kita bisa!” Ungkap Ruttun Pakonglean, Kepsek SMPN 4 Duapitue Kab. Sidrap Seolah ia menyulut semangat guru.

gurunya untuk segera melakukan perubahan pembelajaran di kelas, khususnya mereka yang baru saja mengikuti pelatihan Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna DBE3. Ia menunjukkan tekadnya untuk membantu mereka menerapkan pembelajaran bermakna. Ia mendalami muatan modul BTL2. Ia menjelaskan, untuk memaksimalkan perkembangan potensi kecakapan hidup siswa, kasek dan guru mutlak melakukan inovasi pembelajaran di sekolah.

Pelatihan BTL2 menunjukkan kepada guru bagaimana mengkreasi sumber belajar, menciptakan lingkungan belajar menyenangkan, memberi kesempatan siswa untuk lebih banyak mengeksplorasi potensinya, dan menerapkan pembelajaran kooperatif yang mendukung pengembangan kecakapan personal, social dan akademis. “Kini saatnya memulai perubahan.” Tandasnya semangat.

Prioritaskan pengembangan profesioalisme guru - H. Ruttun Pakonglean, Kasek SMPN 4 Duapitue, Sidrap, aktif dalam pelatihan BTL 2


Formulasi meja berkelompok membuat suasana kelas kondusif dan nyaman belajar.

Menciptakan sumber belajar murah di lingkungan sekolah


Pembelajaran berkelompok di luar kelas untuk menguatkan kecakapan bekerjasama

Perubahan apa yang dituju?

Seperti yang selalu disampaikan oleh Stuart Weston, COP DBE3 bahwa dampak yang kita harapkan dapat diukur dan dilihat pada perubahan sebagai berikut:

Pertama, Perilaku belajar baru di kelas: siswa aktif dengan kegiatan bervariasi yang mengembangkan kecakapan hidupnya sosial, akademis, ataupun personal. Siswa aktif belajar bekerjasama dan berdiskusi dalam kelompok, berpikir, eksperimen dan menemukan jawaban atau solusi.

Kedua, Lingkungan baru sekolah: desain ruang kelas yang nyaman. Kursi dan meja ditata untuk kegiatan belajar yang dinamis. Pajangan buah karya siswa ditata artistis di lingkungan belajar di dalam atau di luar kelas.

Ketiga, Perilaku mengajar guru: guru menggunakan pendekatan belajar yang bervariasi, sifatnya kontekstual. Termasuk dalam hal menggunakan lingkungan dan alat bantu mengajar.

Mengembangankan kecakapan akademis melalui tanya jawab tentang hasil kerja kelompok.

Keempat, Perilaku kepala sekolah dan pengawas sekolah: Mendukung pengembangan profesionalisme guru. Evaluasi masalah kurikuler dan monitoring kelas secara reguler.

Kelima, Aktifnya jaringan guru / MGMP: guru aktif di jaringan guru guna pengembangan profesional. Dan hasil-hasilnya diterapkan di kelas.

Pajangan hasil karya siswa menjadi sumber belajar baru.


 PANRITA Warta Inovasi Pembelajaran di Sulawesi Selatan

Juli 2009