|
Berita Dari Provinsi
|
Halaman 9
|
Bila Puntung Rokok jadi Media Belajar
|
Lembar Kerja
SI ASAP BERACUN
|
IBU NURLAELATI, guru IPA SMPN 2 Rangkasbitung, melibatkan rokok untuk pembelajaran SK nomor 4 (Memahami kegunaan bahan kimia dalam kehidupan) dengan KD nomor 4.4 (Mendiskripsikan sifat/pengaruh zat adiktif dan psikotropika) dan 4.5 (Menghindarkan diri dari pengaruh zat adiktif dan psikotropika).
Ia membagikan rokok, puntung rokok, dan bungkus rokok bekas. Siswa diminta untuk membaca peringatan yang terdapat pada bungkus rokok. Siswa membandingkan warna filter pada puntung rokok dengan rokok.
Setelah menjelaskan tujuan pembelajaran, ia mengelompokkan siswa terdiri atas 4-5 siswa dengan kemampuan heterogen. Ia membagikan sumber belajar dan LK dan siswa berdiskusi sesuai dengan LK. Pada diskusi kelas, ia mengundi anggota kelompok yang akan menjawab pertanyaan dalam LK. Kelompok lain menanggapi jawaban yang disampaikan oleh salah satu anggota kelompok itu. Ia memberi penghargaan kepada kelompok yang memperoleh skor terbesar.
Kelompok lalu membuat poster tentang ajakan untuk tidak merokok. Setiap kelompok memajang posternya masing-masing. Setiap kelompok mengunjungi hasil poster kelompok yang lain dan memberikan komentar. Ia akhirnya membimbing siswa merangkum pelajaran. Ia juga tak lupa memberikan tugas.
|
Inovasi Pendidikan: Media
Komunikasi SMP dan MTs
|
Edisi 09/Februari 2011
|
|