Inovasi Pendidikan
USAID Indonesia Inovasi Pendidikan DBE Indonesia
 HOME:HALAMAN UTAMA
  Berita DBE3 EDISI 8
 Berita Dari Lapangan
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Berita Utama

Halaman 5 


Sekolah di Cilegon Mendorong Siswa Berpikir dan Berbuat

Siswa Bekerja Secara Mandiri dan Berpikir Kritis Apakah reaksi Anda kalau melihat guru berdiri diam di foto 1? Gurunya pasif? Sama sekali tidak begitu! Pak Sutarno merancang pembelajaran yang baik dan berhasil mengaktifkan siswa, sehingga beliau dapat mendengarkan siswa berbicara di depan kelas (foto 2). Sebelum pembelajaran IPS, siswanya di SMP 7 Cilegon ditugaskan untuk mencari informasi dari buku dan internet tentang beberapa hal, a.l. bank, keuangan, dan perdagangan internasional. Pada saat pembelajaran beberapa siswa maju ke depan kelas untuk menjelaskan temuan mereka.

Yang luar biasa adalah keberanian dan tingkat pemahaman siswa tentang topik yang mereka pelajari. Mereka tidak hanya menyebut teori tetapi memberikan contoh konkret misalnya fungsi bank. Di SMP2 Cilegon keberanian dan tingkat pemahaman siswa juga menonjol dalam pelajaran IPA ketika mereka membahas seleksi alam dan evolusi. Siswa di foto 3 menjelaskan beberapa contoh seleksi alam, dan juga menjelaskan bahwa teori evolusi dari Charles Darwin belum tentu 100% benar dan terbukti, karena hanya merupakan teori.

Pada foto 4 siswa di SMP3 Cilegon ditugaskan sebelum pelajaran IPS membuat sosiodrama tentang penyimpangan sosial. Pada saat pembelajaran mereka sempat memainkan sosiodrama yang sudah disiapkan, serta membahas masalah-masalah yang muncul dalam sosiodrama tersebut. Kami ucapkan selamat kepada paraguru di Cilegon atas keberhasilan siswa yang mampu bekerja secara mandiri dan berpikir kritis.

Kerja Praktis untuk Mengembangkan Konsep

Di Cilegon juga berlangsung kegiatan praktis yang menarik. Kegiatan tersebut dapat menarik minat siswa untuk belajar, serta mengembangkan konsep mereka. Pada foto 5 dan 6 siswa SMPN 3 Cilegon mengidentifikasi letak/posisi berbagai rasa makanan (asam, manis, asin, pahit,) di lidah.

Gurunya Ibu Ninik Setiorini juga bersemangat mendampingi siswa. Pada foto 7 terlihat kartu untuk melatih siswa dalam konsep persamaan dan grafik. Kartu ini dikembangkan sekelompok guru di MGMP Matematika, termasuk Ibu Komarni dan Ibu Romlah (lihat foto 8) beserta Ibu Leni.







 Inovasi Pendidikan: Media Komunikasi SMP dan MTs

Edisi 08/November 2010