|
Praktik yang Baik
|
Halaman 20
|
|
Penyebaran Praktik yang Baik
Salah satu tujuan penting dari newsletter ini adalah untuk mendokumentasikan praktik yang baik khususnya di tingkat sekolah baik dalam manajemen sekolah maupun dalam pembelajaran. Dengan cara ini kami mengharapkan pembaca akan terinspirasi untuk meniru praktik-praktik tersebut di sekolah mereka sendiri. Pada halaman ini diceritakan dua contoh pembelajaran yang baik dari Subang, Jawa Barat dan Pinrang, Sulawesi Selatan.
|
|
Hasil karya siswa yang ditulis dengan kata-katanya sendiri dalam bahasa Inggris dari merespon makna sebuah monolog.
|
Mandiri dan Berinisiatif dalam Pembelajaran Bahasa Inggris
DI kelas VII semester 2, Ibu Dian Purnamasari guru Bahasa Inggris SMPN 2 Jalancagak Subang, Jawa Barat, memfasilitasi siswa belajar tentang KD Merespon makna yang terdapat dalam monolog sangat sederhana secara akurat, lancar, dan berterima, untuk berinteraksi dengan lingkungan terdekat dalam teks berbentuk deskriptif dan prosedur. Ia hanya bicara sebentar di awal sesi pembelajaran, yakni menjelaskan strategi pembelajaran yang akan ditempuh.
Selebihnya, kegiatan belajar berlangsung dengan siswa sebagai pengambil inisiatif.
Mereka nyaris tidak membutuhkan guru. Bu Dian hanya bergerak pada dataran strategis. Ia hanya sesekali saja menghampiri siswa untuk memastikan proses belajar berjalan sesuai skenario. Pertama, siswa bekerja kelompok membahas kosa kata yang akan muncul dalam teks. Kedua, siswa mendengarkan teks lisan monolog berbentuk teks deskriptif. Ketiga, siswa saling bertanya-jawab seputar isi monolog itu. Keempat, siswa mendiskusikan ciri-ciri kebahasaan teks deskriptif.
Kelima, siswa mendiskusikan fungsi sosial teks deskriptif. Selama proses belajar, para siswa tampak menikmati kerja kelompok. Dengan proses belajar ini, mereka dapat mengidentifikasi berbagai informasi, ciri-ciri kebahasaan, dan fungsi sosial teks deskriptif. Akhirnya, siswa dapat menghasilkan karya-karya yang kemudian dipajang di kelas.
Pahami Harga Pasar Setelah Jadi Penjual dan Pembeli
MEMBUAT siswa paham tentang proses terbentuknya Harga Pasar membutuhkan kreasi. Indrayana, S.Pd guru IPS kelas VIII SMPN 1 Suppa, Pinrang, Sulsel, memfasilitasi siswa melalui Bermain Peran, yaitu memposisikan diri sebagai penjual dan pembeli. Metode itu dipilih untuk pencapaian KD Mendeskripsikan Permintaan dan Penawaran serta Terbentuknya Harga Pasar. "Ini saya pilih agar siswa tidak hanya memperoleh pengertian verbal saja tentang Harga Pasar," cerita bu Indra.
Alokasi waktunya 4 x 40 menit (dua kali pertemuan). Pada pertemuan pertama, dirinya membagi siswa ke dalam beberapa kelompok. Ada kelompok Penjual dan Kelompok Pembeli. Target yang ingin di capai adalah siswa dapat mendeskripsikan pemahamannya tentang Penawaran dan Permintaan. Kelompok penjual dan pembeli melakukan interaksi jual beli secara aktif. Kelompok pembeli membuat permintaan atas jumlah barang dengan variasi tingkat harga. Daftar harga permintaan tersebut di buat dalam tabel grafik lalu digambarkan dalam kurva permintaan.
Begitupun sebaliknya, kelompok yang berperan sebagai penjual membuat kurva penawaran. Gambar kurva PERMNTAAN mereka bikin mulai dari titik harga barang paling rendah yang diminita pembeli. Demikian juga kurva PENAWARAN mereka buat dari titik tingkat angka atau harga tertinggi yang ditawarkan penjual. Sampai pada pertemuan ini siswa mampu mendeskripsikan pengertian Permintaan dan Penawaran.
|
Kurva Permintaan dan Penawaran karya siswa.
|
Kurva Permintaan dan Penawaran hasil karya siswa pada pertemuan pertama saya jadikan sumber belajar pada pertemuan kedua. Dengan kurva itu, mereka saya ajak memperbaharui pemahamannya tentang Permintaan dan Penawaran. Di sini siswa masih melakonkan peran penjual dan pembeli. Siswa berpasangan, satu sebagai penjual dan satu sebagai pembeli, melakukan tawar menawar harga. Sang penjual memberikan penawaran tertinggi, sementara sang pembeli meminta harga terendah. Di sini bu Indra mendampingi dan mencermati proses tawar menawar mereka.
Saat mereka sementara tawar menawar untuk mencapai kesepakatan mengenai jumlah barang dan harga, maka saat itu siswa diingatkan bahwa saat itu terjadi keseimbangan pasar. Saat mereka menyepakati jumlah barang dan harga tertentu, maka diingatkan bahwa saat itu sudah terbentuk Harga Pasar. Melalui sesi presentasi hasil karya yang dipajang, guru mendapatkan data mereka mampu membuat kesimpulan tentang Harga Keseimbangan atau Harga Pasar sekaligus memahami pro-ses terjadinya Harga Keseimbangan atau Harga Pasar tersebut.
|
Inovasi Pendidikan diterbitkan oleh DBE3 dan didanai oleh USAID untuk mendokumentasikan dan menyebarkan inovasi serta praktek-praktek yang baik yang terkait dengan pendidikan dasar. Jika anda ingin berkontribusi, silakan kirim artikel berikut foto ke thutabarat@savechildren.org.
|
|