|
Berita Dari Provinsi
|
Halaman 15
|
Manfaatkan Mini Market sebagai Sumber Belajar
SMPN 1 Beji Kab. Pasuruan
|
Siswa SMPN 1 Beji Pasuruan sedang melakukan pembelajaran di luar kelas untuk mata pelajaran IPS, dengan obyek pengamatan mini market di dekat sekolah.
|
MODEL pembelajaran aktif ala DBE3 telah menginspirasi banyak guru untuk terus melakukan inovasi dalam kegiatan belajar di kelas. Dengan menerapkan pendekatan kontekstual, lingkungan sekitar dimanfaatkan sebagai sumber belajar. Siswa diajak untuk keluar dan berhadapan langsung dengan realita yang ada sehingga membuat mereka selalu berpikir kritis terhadap fenomena yang ada di sekelilingnya. Hal itu yang diterapkan para guru di SMPN 1 Beji Kabupaten Pasuruan. Sejak mendapatkan pelatihan dari DBE3, para guru di sekolah ini makin terbuka untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna bagi para siswa.
Salah satu hal yang dilakukan adalah dengan mengajak langsung siswa untuk melakukan pembelajaran di luar kelas.
Seperti yang dilakukan dalam pembelajaran IPS. Guru memanfaatkan mini market sebagai sumber belajar untuk siswa. Pola pembelajaran di luar kelas ini mendapat respon sangat positif dari para siswa. Mereka merasa lebih cepat dalam menangkap materi ajar yang disampaikan oleh para guru.
Latih Keberanian Siswa via Permainan Talking Futsal
INTELLIGENCE is not to make no mistake but quickly to see how to make them good. Artinya kecerdasan bukan berasal dari tidak berbuat kesalahan tetapi dengan cepat tahu bagaimana mengubah kesalahan tersebut menjadi sesuatu yang baik. Begitulah ungkapan yang memotivasi orang untuk berani mencoba hal baru. Seperti pembelajaran Bahasa Inggris di MTs Negeri 3 Kota Surabaya, siswa diajarkan untuk tidak takut salah dalam praktik "speaking" melalui permainan "talking futsal".
Dalam permainan ini siswa mendapatkan banyak manfaat, selain melatih keberanian untuk tampil di depan publik, permainan ini juga melatih kerjasama antar siswa sehingga kecakapan sosial dapat tercapai. "Perasaan saya grogi tapi saya sangat senang sekali bisa membuat kalimat simple present tense," ungkap Hasanah siswa kelas 8A usai pembelajaran. Melalui Permainan talking futsal ini, siswa dikenalkan kosakata sederhana tanpa mereka sadar bahwa mereka mampu menggunakan kata kata tersebut untuk membuat kalimat simple present tense sederhana dalam Bahasa inggris.
|
Kiri: Siswa sedang mendapat giliran untuk merangkai kalimat simple present tense. Kanan: Hasil karya siswa setelah pembelajaran.
|
Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dengan anggota 6 orang per kelompok. Setiap siswa dalam kelompok mempunyai tugas masing-masing layaknya sebuah tim futsal yang terdiri dari goal keeper, defender ataupun striker. Peraturannya hampir sama dengan olah raga futsal, yaitu ada 2 tim yang bertanding dan saling berhadap-hadapan. Bedanya adalah yang dioper bukan bola melainkan kalimat. Setiap pemain harus mampu membuat kalimat simple present tense dengan benar. Jika melakukan kesalahan maka pemain tersebut mendapatkan kartu kuning, dan "bola" dialihkan ke tim yang lain, begitu seterusnya.
Jika ada siswa yang sudah berhasil mencetak gol (bola sudah sampai ke pemain ke 6) maka tim tersebut pemenangnya. Permainan ini membutuhkan konsentrasi karena selain sebagai pemain mereka harus memperhatikan kalimat yang diucapkan tim lawan dan mencatat serta melakukan koreksi sehingga "bola" dapat berpindah ke tim mereka. Pembelajaran dengan permainan ini, bisa melatih siswa untuk berani melakukan kesalahan dan berusaha memperbaiki kesalahan yang mereka buat. Selamat mencoba.
|
Inovasi Pendidikan: Media Komunikasi SMP dan MTs
|
Edisi 8/November 2010
|
|