Inovasi Pendidikan
USAID Indonesia Inovasi Pendidikan DBE Indonesia
 HOME:HALAMAN UTAMA
  Berita DBE3 EDISI 8
 Berita Dari Lapangan
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Berita Dari Provinsi

Halaman 10 


Otak dan Otot Berpadu saat Belajar IPA

MATA pelajaran IPA oleh sebagian siswa masih dianggap sebagai pelajaran hapalan yang sangat mengganggu pikiran Ibu Atit Djuwita Guru IPA SMPN 4 Tarkit Garut. Kecenderungan siswa menghafal materi pelajaran mengakibatkan materi tersebut mudah dilupakan. Dirinya mencoba mengubah kebiasaan menghafal itu dengan kegiatan pembelajaran yang memadukan aktivitas intelektual dengan gerakan fisik. Berikut adalah pengalaman bu Atit yang ditulis dengan gaya bertutur.

BELAJAR intelektual berfokus pada belajar dengan memecahkan masalah dan berpikir. Aspek intelektual dalam belajar dapat terlatih jika siswa terlibat dalam aktivitas seperti memecahkan masalah, melahirkan gagasan yang kreatif, mengajarkan perencanaan strategis, mencari dan menyaring informasi serta merumuskan pertanyaan. Pembelajaran menggunakan aktivitas fisik biasanya cenderung identik dengan praktik atau eksperimen. Padahal aktivitas fisik bila dimanfaatkan secara maksimal dapat membantu siswa memahami informasi dengan mengasosiasikan gerakan dengan fakta.

Jadi belajar menggunakan aktivitas fisik memerlukan usaha yang dapat merangsang siswa untuk melibatkan tubuhnya. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menciptakan suasana belajar yang membuat siswa bangkit aktif secara fisik. Untuk kegiatan pembelajaran tersebut, saya menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja (LK) dengan mengambil topik Otot sebagai Alat Gerak Aktif. Pada kegiatan introduction, respon siswa sangat bagus. Banyak dari mereka yang pernah mengalami kram ketika selesai olah raga. Antusisme siswa merupakan langkah awal yang sangat baik.

Otot sebagai Alat Gerak Aktif

  1. Perhatikan gambar di bawah ini!
  2. Bandingkan ketiga jenis otot tersebut! Apa perbedaan ketiganya dilihat dari bentuk, inti sel, kerja otot, dan letak?
  3. Susunlah otot-otot berikut menjadi pasangan otot antagonis berdasarkan gerakan yang dihasilkan: fleksor, supinator, adduktor, depresor, abduktor, pronator, elevator, dan ekstensor!
  4. Jelaskan tiga macam gangguan otot yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari!

Aktivitas intelektual mereka mulai digunakan ketika setiap kelompok mengerjakan LK. Setiap kelompok rata-rata mampu menjawabnya dengan baik dan benar. Ketika mereka latihan memperagakan kerja otot-otot antagonis, setiap anggota kelompok berlatih dengan kompak.Setelah selesai mengerjakan LK satu per satu perwakilan kelompok maju ke depan kelas untuk presentasi. Setiap kelompok diwakili oleh 2 orang untuk presentasi, seorang bertugas menjelaskan hasil diskusi dan seorang lagi memperagakan kerja otot antagonis (pertanyaan LK no. 3). Untuk jawaban pertanyaan LK no. 2 dan 4 hampir tidak ada memberi sedikit arahan yang diperlukan. Antusiasme yang mereka perlihatkan tidak surut sampai kegiatan belajar berakhir.

Saat pembelajaran berlangsung, saya menemukan beberapa kelompok yang kurang memahami pertanyaan no. 3 pada LK. Instruksinya mungkin kurang jelas, siswa kebingungan bagaimana memasangkannya. Tapi, bila ini diubah menjadi pertanyaan menjodohkan, tentu bukan lagi pertanyaan tinggi. Mungkin siswa masih perlu waktu untuk belajar berpikir tingkat tinggi. Pada tulisan refleksi di akhir belajar, siswa mengaku dapat memahami materi pelajaran. Saya sendiri merasa perlu terus menggali kegiatan belajar yang melibatkan aktivitas fisik. Cara belajar ini juga akan dikembangkan pada topik IPA lainnya.


Refleksi Siswa Lecut Kinerja Guru
MTsN Jatibarang, Indramayu

Kepala MTsN Jatibarang, Indramayu, mengeluarkan kebijakan setiap guru meminta siswa untuk menulis refleksi pada akhir pembelajaran. Refleksi siswa menjadi bahan bagi guru untuk memperbaiki proses pembelajaran. Mengacu pada refleksi siswa, guru dapat mengajar jauh lebih baik. Foto berikut menunjukkan proses penulisan refleksi, pemajangannya, dan sejumlah contoh refleksi siswa MTsN Jatibarang, Indramayu.



 Inovasi Pendidikan: Media Komunikasi SMP dan MTs

Edisi 8/November 2010