Inovasi Pendidikan
USAID Indonesia Inovasi Pendidikan DBE Indonesia
 HOME:HALAMAN UTAMA
  Berita DBE3 EDISI 7
 Berita Dari Lapangan
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Teknologi Informasi

Halaman 20 


Dubes AS, Cameron Hume Resmikan Lab Komputer di Karawang

"Saya kira, satu sekolah tak cukup mengubah satu bangsa. Tapi setidaknya dengan akses internet, para siswa bisa ter-hubung dengan dunia luar dan itu akan memperluas cara pandangnya tentang dunia luas," ujar Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Cameron Hume, saat meresmikan laboratorium TIK di MTs Al-Ahliyah, Karawang, Jawa Barat, pada tgl. 26 Juli 2010.

Hume menjelaskan laboratorium TIK ini terwujud melalui proses kemitraan. "Kita dapat mencapai sesuatu yang lebih baik apabila kita lakukan dengan bermitra, dari pada bila kita mengerjakannya seorang diri," tandasnya. Lab ini hasil kemitraan pemerintah AS yang membangun gedung dengan swasta yang menyediakan komputer dan alat-alat lainnya. Wakil Mendiknas, Fasli Jalal, mengingatkan memang teknologi informasi, seperti komputer dan internet, memiliki dampak buruk. Tapi, positifnya jelas sangat besar. Sisi positif TIK adalah sebagai alat dalam mengontrol perkembangan teknologi. Maka, ia berpesan pada semua guru untuk memaksimalkan sisi positifnya dan meredam sisi negatifnya.

Integrasi TIK dalam Pembelajaran Mapel

DBE3 telah memberikan komputer laptop kepada sebagian sekolah mitra DBE3 untuk menunjang pengembangan pemanfaatan TIK di SMP dan MTs. Harapan program DBE3 adalah bahwa komputer dan alat TIK lainnya dipakai untuk menunjang pembelajaran semua mata pelajaran di kelas tidak hanya untuk mata pelajaran TIK. Sebagai contoh siswa bisa menulis cerita atau laporan dengan menggunakan Microsoft Word. Hasil diskusi kelompok dapat di presentasikan dengan menggunakan Powerpoint dan Infokus.

Siswa dapat mencari informasi di internet. Berarti alat TIK digunakan untuk menunjang pembelajaran. Dengan demikian, pemanfaatan lab. komputer di sekolah menjadi lebih optimal. Mei 2010, para guru di sekolah mitra DBE3 mendapat pelatihan integrasi TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dalam pembelajaran. Mereka berdiskusi merancang dan mempraktikkan pembelajaran ber-TIK untuk membuat belajar menjadi lebih efisien dan efektif.

Guru mapel yang dilibatkan adalah guru IPA, IPS, MAT, B. IND, B. ING, serta guru TIK. Setelah merancang perencanaan pembelajaran yang mengintegrasikan TIK, peserta melakukan praktik pembelajaran di sekolah. Polanya dengan mengkolaborasikan guru mapel dan TIK sehingga memberikan model secara langsung integrasi guru mapel dan TIK saat menerapkannya di sekolah masing-masing.

Seorang peserta guru TIK berkomentar : "Tugas saya menjadi ringan karena siwa didorong memanfaatkan ilmu TIK sewaktu belajar mapel lain." Selepas pelatihan, mereka diproyeksikan untuk menjadi fasilitator bagi guru di daerahnya, melalui forum MGMP, memanfaatkan TIK pada mapel di daerahnya.


Atas: Fasilitator daerah yang mengikuti pelatihan asyik mengamati siswa belajar dengan menggunakan komputer.
Bawah: Dengan menggunakan laptop, siswa tampak sedang asyik bekerjasama mengerjakan hasil pengamatan dalam pembelajaran IPA.



Inovasi Pendidikan diterbitkan oleh DBE3 dan didanai oleh USAID untuk mendokumentasikan dan menyebarkan inovasi serta praktek-praktek yang baik yang terkait dengan pendidikan dasar. Jika anda ingin berkontribusi, silakan kirim artikel berikut foto ke thutabarat@savechildren.org.