Inovasi Pendidikan
USAID Indonesia Inovasi Pendidikan DBE Indonesia
 HOME:HALAMAN UTAMA
  Berita DBE3 EDISI 7
 Berita Dari Lapangan
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Praktik yang Baik

Halaman 19 


Penyebaran Praktik yang Baik

Salah satu tujuan penting dari newsletter ini adalah untuk mendokumentasikan praktik yang baik khususnya di tingkat sekolah baik dalam manajemen sekolah maupun dalam pembelajaran. Dengan cara ini kami mengharapkan pembaca akan terinspirasi untuk meniru praktik-praktik tersebut di sekolah mereka sendiri. Pada halaman ini diceritakan dua contoh pembelajaran yang baik dari Tanjung Balai Sumatera Utara dan Bogor, Jawa Barat.

Mari Menghitung Tinggi

Heny Kurnia, S.Pd, SMPN 4 Tanjungbalai

POTONGAN kayu bisa membantu belajar matematika. Saya meminta siswa membawa pegangan (gagang) sapu yang tak terpakai. Jika tidak ada, ranting kayu lurus bisa sebagai gantinya. Panjang kayu tidak boleh lebih dari 200 cm, agar siswa tidak kerepotan membawanya. Sedangkan media pendukung lainnya, seperti alat ukur dan alat penggali tanah, semua tersedia di sekolah.

Saya mengatakan bahwa kita mampu menghitung tinggi suatu bangunan tanpa memanjat bagunan tersebut. Saya ajak siswa keluar kelas. Selama empat puluh menit, siswa diminta melakukan langkah-langkah pada lembaran kerja. Siswa menancapkan dua kayu yang berbeda ukuran berdekatan. Masing-masing kayu mempunyai bayangan. Siswa mengukur panjang kedua bayangan kayu. Dari sana mereka diminta untuk membuat rumus perbandingan.

Setelah itu, selama 20 menit siswa mempresentasikan hasil kerja kelompok. Setelah presentasi kelompok selesai, saya memberikan penguatan kepada siswa selama lima menit. Saya kembali mempertegas metode penghitungan tinggi. Selanjutnya siswa diminta untuk membuat kesimpulan sendiri dan menuliskan jurnal refleksi.

DUA potong kayu diletakkan sejajar kemudian siswa menghitung tinggi kayu dan panjang bayangan yang muncul di tanah. Kemudian siswa menghitung tinggi suatu bargeman dengan menggunakan rumus perbandingan.

Proses pembelajaran berjalan lancar dan tepat waktu. Saya terkejut ketika siswa mengaku dapat menghitung tiang dan bangunan tinggi yang ada di di lingkungan mereka. Buktinya, sekarang mereka bisa menghitung tinggi tiang bendera sekolah.



Siswa bekerjasama melakukan percobaan fotosintesis, mengamati nutrisi dan transformasi energi.

Melalui Percobaan Fotosintesis, Siswa Amati Nutrisi dan Transformasi Energi

Mengapa kamu lebih senang duduk di dekat koperasi yang ada pepohonan ketimbang duduk-duduk di sekitar lapangan? tanya Bu Lili mengawali proses pembelajaran IPA di kelas VIII, SMPN 8, Bogor-Jawa Barat. Siswa lalu mengutarakan alasan masing-masing secara bervariasi. Guru menggiring mereka sehingga ada yang beralasan karena ada tumbuhan yang menghasilkan oksigen.

Apa manfaat oksigen bagi tubuh kita? tanya Bu Dwi. sebagai guru team teaching Ibu Lili. Siswa pun menyampaikan penjelasan beragam. Bu Dwi lalu menjelaskan tujuan belajar: Kalian sudah mempelajari bahwa untuk memperoleh makanan, tumbuhan melakukan proses fotosintesis. Hari ini kita akan membahas apa yang dihasilkan oleh tumbuhan saat fotosintesis selain makanan.

Siswa secara berkelompok (4 orang) melakukan percobaan fotosintesis dengan merangkai perangkat percobaan masing-masing. Mereka mengamati gas yang terbentuk sebagai hasil fotosintesis. Mereka juga memperhatikan 3 faktor yang mempengaruhi proses fotosintesis. Mereka berdiskusi dalam kelompoknya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan LK sejalan dengan hasil pengamatan. Guru berkeliling dari kelompok ke kelompok untuk membimbing siswa dan mengajukan beberapa pertanyaan.

Setiap kelompok menyusun laporan percobaan yang meliputi tujuan eksperimen, alat/bahan, cara kerja, hasil pengamatan dan analisis data, dan kesimpulan. Laporan ditulis di atas kertas plano untuk kemudian dipajang di dinding kelas. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi secara bergantian. Pada saat presentasi itu, perangkat percobaan dipertunjukkan juga.

Usai presentasi, guru dan siswa mencoba menarik kesimpulan hasil percobaan tersebut. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok dengan berkinerja terbaik. Siswa lalu dianjurkan untuk melakukan percobaan masing-masing di rumahnya agar bisa lebih memahami faktor-faktor lain dalam fotosintesis.

 Inovasi Pendidikan: Media Komunikasi SMP dan MTs

Edisi 07/Agustus 2010