Inovasi Pendidikan
USAID Indonesia Inovasi Pendidikan DBE Indonesia
 HOME:HALAMAN UTAMA
  Berita DBE3 EDISI 7
 Berita Dari Lapangan
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Berita Dari Provinsi

Halaman 10 


Jawa Tengah

Alat Distilasi ala SMPN 2 Karanggede

TAK ada rotan akar pun jadi, begitu kira-kira pepatah yang digunakan oleh Suyatno,S.Pd, guru IPA dan siswa kelas IX SMP 2 Karanggede Kabupaten Boyolali. Alat-alat distilasi yang tidak tersedia di laboratorium tidak menyurutkan langkah untuk belajar mengenai pemisahan campuran berdasarkan sifat fisika dan kimia. Distilasi digunakan untuk memisahkan campuran berdasarkan titik didih.

Pak Suyatno memulai pelajaran hari itu dengan melakukan brainstorming tentang proses pemisahan campuran yang terjadi sehari-hari kemudian melakukan modelling bagaimana merangkai alat distilasi. Dipandu dengan lembar kerja siswa secara berkelompok mengerjakan proyek membuat alat distilasi sederhana (bahan-bahan telah disiapkan siswa dari rumah) dan mempraktikan penyulingan minyak atsiri dari bunganya.

Selain menggunakan bunga Atsiri, para siswa juga menggunakan bahan-bahan lain seperti pandan, bunga mawar, bunga melati. Distilat yang dihasilkan bisa dimanfaatkan sebagai pengharum atau essens untuk membuat lilin aroma terapi. Group 1 kelas 9A mengingatkan bahwa sebelum alat digunakan harus diperiksa untuk memastikan tidak ada kebocoran dan usahakan selang jangan sampai menyiku ketika proses penyulingan sedang dilakukan.

Berapa biaya yang dibutuhkan untuk membuat alat tersebut? Menurut pak Suyatno untuk membuat distilasi tersebut tidak dibutuhkan dana yang besar. Persatu alat biayanya sekitar Rp 9.000. Hasil praktikum yang pertama ekstrak yang dihasilkan masih sebatas digunakan untuk pengharum biasa. Harapannya, ke depan siswa bisa mengembangkan penyulingan dengan menggunakan berbagai variasi bahan yang mempunyai nilai ekonomis.

Keterangan Foto:
(1) Siswa menggunakan teablock untuk merangkaikan alat dan bahan.
(2) Hasil karya siswa yang dirangkai dengan menggunakan statif



Tiap anggota kelompok bekerjasama untuk mengambil ekstrak dari beberapa bunga antara lain atsiri, mawar, dan kenanga.

Alat distilasi dibuat dengan bahan sebagai berikut :

  • Teakblok (60 x 45 x 1,5) cm atau statif
  • Balok kayu ukuran (45 x 20 x 2) cm yang dihubungkan dengan teablok A dengan cara dipaku
  • Sandal karet untuk prop (sumbat/tutup)
  • Botol plastik 600 ml bekas wadah minuman suplemen dilubangi 4 buah pada kedua ujungnya
  • Botol plastik 600 ml bekas wadah minuman dipotong, ujung atas sebagai corong (dilubangi tutupnya), ujung bawah sebagi tempat distilat
  • Dua potong selang plastik 5/16" masing-masing 80 cm
  • Botol bekas wadah sirup / tabung CDR sebagai labu didih
  • Lem bakar
  • Pembakar spiritus, dibuat dari bekas botol sirup/tinta yang diberi sumbu.



Gairah Replikasi KKMTs Kab. Jepara

BAGI saya rugi jika program replikasi DBE3 tidak diambil. Bayangkan kontribusi besar yang diberikan DBE3 tidak mudah didapatkan oleh madrasah. Karena itu saya tak segan memerintahkan KKMTs (KKMTs 1,2,3) agar segera memproses replikasi itu untuk semua MTs se kabupaten Jepara. Ini penting karena saya menyadari bahwa program sertifikasi itu tidak hanya sekedar pemenuhan formalitas, lebih substansial adalah mutu pembelajaran dari guru itu sendiri. Kami harapkan ini dapat dikuatkan oleh DBE3.

Kalimat di atas dicuplik dari pernyataan Kasi Mapenda Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara Drs. Ali Arifin, dalam satu sesi pertemuan dengan pimpinan KKMTs (Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah) di kantornya. Pertemuan dengan Kasi Mependa dihadiri oleh Ketua KKMTs 01 Drs. Ali Musyafak (Kepala MTsN Bawu Jepara), Ketua KKMTs 02 KH. Zubaidi (Pimpinan MTs. Matholiul Huda Bugel), dan Ketua KKMTs 03, Drs. H. Khamdi (Kepala MTsN Keling), membicarakan tentang program replikasi DBE3.

Pembicaraan berjalan singkat dan ketiga ketua KKMTs sepakat untuk replikasi yang kemudian digelar secara beruntun mulai bulan September 2009 hingga Januari 2010. Jumlah peserta yang berpartisipasi dalam replikasi training ini KKMTs Kabupaten Jepara sebanyak 394 guru berasal dari 88 MTs se Kabupaten Jepara (Lihat Tabel). Partisipasi ini menjangkau seluruh guru MTs dari 6 mata pelajaran (bhs. Inggris, Matematika, Bhs. Indonesia, IPA, IPS, dan PKN).


 Inovasi Pendidikan: Media Komunikasi SMP dan MTs

Edisi 07/Agustus 2010