DBE3 Menilai Dampak Program pada Siswa
DBE3 telah mengadakan tes siswa di 54 sekolah mitra di 25 daerah untuk menilai kompetensi dalam mata pelajaran B. Indonesia, Matematika dan B. Inggris. Tes pertama diberikan di kelas 8 pada bulan Februari s.d. April 2009 dan diulang di kelas 8 di sekolah yang sama pada bulan Februari dan Maret 2010.
Tes tersebut lebih menilai kecakapan hidup siswa, termasuk kemampuan berkomunikasi: baca-tulis dalam B. Indonesia, menyimak-baca-tulis-bicara dalam Bahasa Inggris. Tes matematika lebih berorientasi kepada pemecahan masalah, pemahaman, serta kemampuan menerapkan konsep.
|
Grafik hasil skor tes siswa di sekolah mitra DBE 3.
|
Penilaian Siswa Sekolah Mitra DBE3, tahun 2009-10
Tampak pada grafik di samping kanan, skor di semua tes naik cukup banyak. Dalam Bahasa Indonesia, tes membaca naik dari 66.6% menjadi 73%, tes menulis naik dari 51.6% menjadi 60.4%. Tes matematika naik cukup tinggi dari 32% menjadi 41.7%. Tes B. Inggris - menyimak, baca, tulis - juga naik dari 38.4% menjadi 49.7%. Tes berbicara naik dari 50.4% menjadi 68.1%.
Kami simpulkan bahwa kenaikan skor ini mencerminkan perubahan dalam kegiatan belajar mengajar yang telah terjadi
di banyak sekolah. Siswa lebih banyak membaca untuk mencari informasi, serta menulis temuannya dengan kata-kata sendiri. Siswa juga diberikan lebih banyak kesempatan untuk berdiskusi dan memecahkan masalah sendiri.
Kami mengucapkan selamat kepada guru dan sekolah mitra DBE3 atas kenaikan skor ini..
Media Sederhana Membuat Belajar Jadi Bermakna
DALAM pelaksanaan Lokakarya Hasil Pelatihan Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna di Jawa Timur, ada beberapa hal menarik untuk diamati, salah satu hal yang menonjol adalah kreativitas para guru dalam menghasilkan media alternatif. Pada kegiatan ini tampak ide kreatif para guru dalam menciptakan media pembelajaran alternatif untuk menunjang proses pembelajaran bermakna. Luar biasa!!!!
Ibarat pepatah, tak ada akar rotan pun jadi. Barang bekas yang tampak tidak berguna mereka sulap menjadi media pembelajaran untuk membantu siswa mencapai kompetensi yang diinginkan. Media pembelajaran tidak harus mahal, buatan pabrik atau berteknologi tinggi.
|
Pohon kata untuk mata pelajaran Bahasa Inggris yang dikembangkan oleh guru Bahasa Inggris SMPN 2 Sedati kabupaten Sidoarjo.
|
|
|
Boneka ini adalah media pembelajaran IPA. Di sekujur badan boneka dapat ditemukan rumus IPA.
|
|
|
Permainan dart yang dikembangkan oleh guru MTsN Krian untuk pembelajaran Bahasa Inggris.
|
|
|
Tirai faktor, sebuah media pembelajaran aritmatika yang dikembangkan oleh guru MTs Darul Ulum Pasinan Baureno Kab. Bojonegoro.
|
|
|
|
Dengan media bola ini, siswa akan lebih mudah dalam mengklasifikasikan tumbuhan dan hewan. Media ini dikembangkan oleh guru IPA MTsN Tanjunganom Kabupaten Nganjuk.
|
|
|
Inovasi Pendidikan: Media
Komunikasi SMP dan MTs
|
Edisi 06/Mei 2010
|
|