HOME:HALAMAN UTAMA
  Berita DBE3 EDISI 5
  
 Berita & Artikel
  
 Informasi Baru
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Berita Dari Provinsi

Halaman 6 


Jawa Barat-Banten

Pembelajaran IPA Inovatif di MTsN Kota Bogor

MTsN Kota Bogor bertekad meraup manfaat sebesar-besarnya dari program DBE3 di Kota Bogor. Abdurrahman, Kepala Madrasah, berupaya mendorong perubahan di madrasah ini dengan “memanfaatkan” dua DF DBE3 yang berasal dari MTsN ini. Caranya, ia memberikan ruang terbuka dan dukungan penuh kepada dua DF tersebut untuk melakukan terobosan dan perubahan. Berikut contoh proses pembelajaran IPA di madrasah mitra DBE3 ini.

Pertama, guru IPA, Nurhayati, menjelaskan KD yang hendak dicapai melalui pembelajaran. Ia menuliskan KD tersebut di papan tulis (1).

Kedua, setelah penjelasan KD dan apersepsi singkat, Nurhayati kemudian membiarkan siswa untuk bekerja sama dalam kelompok. Setiap kelompok berusaha menyebutkan dan menuliskan nama/lambang unsur dan senyawa. Masing-masing kelompok terlibat dalam diskusi yang terbuka dan saling menghargai, mengenai lambang unsur dan senyawa. Siswa lalu menuliskan hasil diskusinya sebagai simpulan kelompok (2).

Ketiga, guru memberi kesempatan kepada perwakilan kelompok untuk berlomba menuliskan nama dan lambang unsur senyawa di papan tulis. Siswa diberi kebebasan untuk mengambil inisiatif maju dan guru tidak melakukan penunjukan. Cara ini penting ditempuh untuk menumbuhkan inisiatif, kemandirian, dan kepercayaan diri siswa (3).

Keempat, guru menawarkan kepada siswa untuk memberikan komentar terhadap daftar nama/lambang unsur senyawa yang sudah tertulis di papan tulis. Siswa berlomba meminta kesempatan awal untuk memberikan komentar tambahan, koreksi, atau usulan lain tentang nama/lambang senyawa itu. Seorang siswa mengoreksi bahwa Natrium belum termasuk dalam daftar di papan tulis. Nurhayati lalu mengucapkan terima kasih dan penghargaan khusus kepada siswa yang menemukan kekurangan tersebut (4).

Akhirnya, Nurhayati mengajak siswa untuk merayakan keberhasilan mereka mengidentifikasi nama/lambang unsur dan senyawa itu. Ia meyakinkan para siswa bahwa mereka telah mencapai dengan baik kompetensi yang dimaksud. Ia kemudian memberikan sebuah tip kepada siswa, suatu cara mudah mengingat nama/lambang unsur dan senyawa. Ia memberikan rumusnya dalam bentuk kelakar begini: HAJI LINA KAWIN RUBI CS FRUSTRASI. Kalimat tersebut merupakan kependekan dari Hidrogen (H), LIthium (Li), NAtrium (Na), KAlium (K), RUBIbium (Rb), CeSsium (Cs), dan Fransium (Fr). Sambil tertawa, para siswa langsung mencoba menghafal kalimat tersebut (5).

Siswa mengikuti proses belajar dengan gembira


 Inovasi Pendidikan: Media Komunikasi SMP dan MTs

Edisi 05/Februari 2010