HOME:HALAMAN UTAMA
  Berita DBE3 EDISI 5
  
 Berita & Artikel
  
 Informasi Baru
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Berita Dari Provinsi

Halaman 5 


Mereka menyadari bahwa memang untuk menajdi guru professional haruslah selalu melakukan inovasi dan siswa pun dapat menerima pengajaran dengan lebih baik. Dalam suatu kesempatan, DBE3 mengunjungi beberapa MTs untuk mengetahui implementasi hasil pelatihan.

MTs yang diobservasi, antara lain MTs. Muhammadiyah Wonosari, MTs. Muhammadiyah Sodo, dan MTs. YAPPI Mulusan. Ketiga MTs. mengikutsertakan guru mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dalam pelatihan, dan guru-guru tersebut siap untuk mengembangkan cara mengajarnya menjadi lebih baik.

Pak Ponco, guru Matematika MTs. Muhammadiyah Wonosari mulai melakukan pembentukan kelompok belajar untuk siswa kelas 7B, memberikan tugas kelompok untuk didiskusikan. Permulaan yang sulit, namun kalau tidak dimulai kapan bisa berubah, komentar Pak Ponco perihal pengajaran yang dilakukannya.

MTs. YAPPI Mulusan : Papan pajangan untuk memajang hasil pekerjaan siswa

Pak Sudjadi

Pak Sudjadi tetap bersemangat untuk melakukan inovasi mengajar

Suasana yang tidak kalah asyiknya juga tampak di MTs. Muhammadiyah Sodo saat pelajaran Bahasa Inggris kelas 9A, guru memberikan tugas menyusun kalimat dengan potongan gambar dan kata , siswa menyelesaikannya dengan bersemangat.

Semangat untuk melakukan perubahan ini juga terdapat di MTs. YAPPI Mulusan, memulai dengan siswa duduk berkelompok, melakukan presentasi, dan memajang hasil karya siswa. Papan pajangan yang sederhana namun tidak menyurutkan semangat siswa dan guru untuk terus memacu diri sehingga

Catet Tinggal Lungo, Tidak Berlaku di SMPN 8 Batang

Kegiatan DBE3 juga direplikasikan di SMP8 Batang, dan dampaknya sudah nampak cukup jelas.

Pok..pok..pok..pok suara riuh tepuk tangan anak-anak kelas VIII SMP 8 Batang mengapresiasi salah satu temannya yang mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. Di kelas yang lain terdengar suara langkah kaki siswa/siswi yang berputar untuk melakukan ‘’shopping’’ pada pekerjaan kelompok lain.

Pembelajaran yang berpusat pada siswa kini bukan barang baru di sekolah ini. Komitmen yang tinggi dari kepala sekolah dan guru-guru SMP 8 Batang untuk menyejajarkan diri dengan sekolah lain di kota mendorong mereka melakukan perubahan dalam mengajar di kelas.

Mengadakan replikasi modul dasar kecakapan hidup DBE 3 pada bulan Juni 2009, suasana pembelajaran di dalam kelas kini sudah berbeda. ‘’Mengajar di sekolah ini guru harus kreatif, metode catet tinggal lungo tidak berlaku,’’kata Yuli Setyaningsih, S.Pd, Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum.

  1. Untuk menarik minat siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris, guru menggunakan games yang mengasah kreativitas anak.

  2. Pembelajaran Bahasa Indonesia di luar kelas

  3. Pembelajaran berpusat pada siswa dan guru sebagai fasilitator.

  4. Siswa berkeliling untuk melihat hasil kerja kelompok lain.

 Inovasi Pendidikan: Media Komunikasi SMP dan MTs

Edisi 05/Februari 2010