HOME:HALAMAN UTAMA
  Berita DBE3 EDISI 5
  
 Berita & Artikel
  
 Informasi Baru
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Berita Dari Provinsi

Halaman 19 


Dikuatkan Kebijakan Sekolah, Pembelajaran Aktif Diterapkan Semua guru

PEMBELAJARAN aktif sudah jadi pilihan mutlak bagi guru. Potensi siswa dapat tumbuh berkembang dengan baik jika guru menstimulasinya lewat pembelajaran aktif. Demikian ungkap Drs. Muslimin, M.Pd, kasek SMPN 1 Tellulimpoe. Dirinya selalu berupaya menyatukan persepsi dan langkah guru menerapkan pembelajaran yang memberdayakan kecakapan hidup siswa.

Rencana dan kebijakan partisipatoris dipandangnya suatu keharusan untuk menjadi peraturan dan acuan dari praktik serta inovasi pembelajaran yang dilaksanakan guru. Kebijakan sekolah sebagai hasil keputusan bersama meliputi ketetapan:

1) Pengaktifan MGMP sekolah yang diorganisasi oleh koordinator mapel. Kegiatannya antara lain, analisis kurikulum dalam bentuk pemetaan materi dan kompetensi, penyusunan media pembelajaran, dan penyusunan lembar kerja sesuai kebutuhan tiap mata pelajaran untuk semester genap tahun Pelajaran 2009/2010.

2) Peningkatan mutu PBM. Antara lain kegiatannya, penerapan model pembelajaran kontekstual. Pengelolaan komunitas belajar dengan model kelas kooperatif, kreasi media pembelajaran, penilaian yang bervariasi, terukur dan terpercaya.

3) Pemenuhan kebutuhan PBM/Sarana dan prasarana pembelajaran.

Pembelajaran aktif yang diterapkan para guru SMPN 1 Tellulimpoe Sidrap.

Menyediakan 98 juta rupiah untuk perangkat pembelajaran, ATK, media, dan pelaksanaan penilaian. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan program dilaksanakan oleh tim yang bertanggung jawab pada Kasek. Juga dibantu oleh TIM Kendali Program DBE3, diketuai Budiman, S.Pd, distrik fasilitator DBE3 dari sekolah ini untuk menjaga komitmen melaksanakan pembelajaran inovatif.

"Saya sadar, ini punya konsekuensi. Sebelum melaksanakan pembelajaran aktif-kontekstual, saya hanya menyediakan 30-an juta dana PBM, sekarang meningkat 98 juta rupiah," kata Muslimin penuh semangat.

Hijaukan Halaman Sekolah, Sumber Belajar Jadi Kaya

H. Ruttun Pakonglean "TARGET saya lebih dari sekadar suasana teduh, sejuk dan nyaman belajar karena lingkungan hijau dan asri. Tapi saya ingin halaman sekolah ini jadi media pembelajaran kontekstual." Kata H. Ruttun Pakonglean, Kasek SMPN4 Duapitue Sidrap. Konservasi lingkungan dan pembangunan berkelanjutan juga dapat jadi pesan dari kegiatan penghijauan di sekolah. Demikian ia tambahkan.

Hobi estetika lingkugan dan diinspirasi pembelajaran aktif dan kontekstual di luar kelas, ia semakin semangat menanam pohon di lingkungan sekolahnya. Berbagai jenis pohon pelindung dan tanaman berbuah yang menaungi halaman dan ruang kelas. Juga rumput gajah dipangkas rapi menutup penuh tanah halaman guna mencegah debu beterbangan.

Pohon beringin, ketapang, mahoni, mangga, nangka, dan aneka kembang tumbuh dan tertata indah. Bahkan menurutnya, ia baru saja memesan ratusan bibit pohon pelindung untuk mengembangkan program penghijauan sekolah.

Kini, guru dan siswa lebih beta di sekolah. Pembelajaran aktif yang dilakonkan guru dan siswa sejak bermitra dengan DBE3 berlangsung di dalam dan di luar kelas. Guru dan siswa memanfaatkan halaman sekolah sebagai sumber belajar. Keragaman sumber belajar di lingkungan sekolah membantu siswa melakukan percobaan dan observasi alam.

Halaman sekolah hijau asri mendukung pembelajaran aktif di luar kelas, seperti yang dilakukan SMPN4 Duapitue Sidrap.

 Inovasi Pendidikan: Media Komunikasi SMP dan MTs

Edisi 05/Februari 2010