|
SMP Negeri 4 Tanjungbalai
Mengimplementasikan Kepemimpinan
DUA tahun lalu, Ahli Edison, S.Pd memulai karir sebagai Kepala SMP Negeri 4 Tanjungbalai. Situasinya begitu sulit. Orang-orang menyebut sekolah ini "texas". Bagi Pak Edison, cap "texas" itu adalah tantangan. Segera setelah dilantik, Pak Edison menunjukkan kepemimpinannya. Lewat praktik manajemen qalbu yang ia yakini, misi besar untuk mendongkrak mutu sekolah dimulai. Pak Edison yakin perubahan hanya bisa terjadi jika ada kesepakatan. Maka model pendekatan partisipatif dipilih sebagai langkah awal.
Itu sebabnya, Pak Edison tidak memulai misi dengan main perintah. Dia mengumpulkan masyarakat sekolah (guru, staff, komite dan warga sekitar). Kepada masyarakat sekolah, Pak Edison melempar misinya. Dia ingin misi ini menjadi misi bersama. Pak Edison melanjutkan misi dengan membuat perubahan yang bisa dilihat mata; fisik. Fisik sekolah yang tidak karuan, diperbaiki satu persatu. Lapangan sekolah yang mirip kubangan, ditimbun dan ditanami dengan rumput. Kini lapangan itu sudah hijau. Siswapun diperlakukan berbeda. Setiap pagi Pak Edison setia menyambut siswa di depan sekolah. Satu persatu siswa disalami. Pak Edison merasa perlu melakukan hal itu," ...karena orang tua sudah melepas mereka dari rumah.
Maka kami harus pula menyambutnya di sekolah," jelas Pak Edison. Setelah perubahan fisik tampak hasilnya. Pak Edison menggeser target kearah kualitas. Model pembelajaran aktif yang dilatih DBE 3 menjadi pilihan. Semua kelas VII dan VIII diubah; siswa dibuat duduk berkelompok. Guru-guru didorong untuk mengajar dengan model PAKEM. " ...semester depan kelas IX akan PAKEM," kata Pak Edison memastikan. Pak Edison juga membangun transparansi di sekolah. Itu dimulai lewat papan informasi yang mereka sebut info terkini. Kemanapun Pak Edison pergi meninggalkan sekolah, dia akan menuliskannya disitu.
Sebagai mitra baru DBE 3, SMP Negeri 4 Tanjungbalai serius mengimplementasikan hasil-hasil pelatihan. Walau masih minim fasilitas ICT, itu tidak membuat praktik pembelajaran aktif terhenti. Pak Edison terus mendorong agar guru terus berkembang. "Karena saya adalah raja. Penentu manajemen di sekolah," tukasnya.
|
- Siswa menyempat diri membaca koran pada waktu senggang di perpustakaan sekolah.
- DFs DBE 3 yang juga guru Bahasa Inggris mempraktikkan pembelajaran aktif di kelas yang diasuhnya.
- Sekolah menyediakan tempat cuci tangan dan sabun. Hal ini ditujukan untuk melatih siswa dan masyarakat sekolah untuk terbiasa menjaga kebersihan dan kesehatan pribadi.
- Siswa yang meninggalkan kelas untuk keperluaan apapun, diwajibkan menggenakan kartu yang bertuliskan,”izin keluar.” Lewat cara ini, siswa terlatih untuk berdisiplin.
- Dua siswa berbagi tempat duduk untuk menikmati buku-buku yang sedang mereka baca di perpustakaan sekolah.
- Sekolah tampak teratur dan bersih.
|
|