|
Berita Dari Provinsi
|
Halaman 19
|
Matematika:
Momok yang Berubah menjadi Mainan Menyenangkan
“Berkenalan dengan pembelajaran kontekstual (BTL2 DBE3) memberikan makna yang sangat berarti bagi saya dan siswa saya. Sebagai guru yang juga berperan sebagai fasilitator, saya menjadi teman mereka dalam berkreasi dan bereksperimen,” urai Mustafa guru Matematika di MTsN Takalala, Soppeng, di sela-sela riuh rendah dan kegembiraan siswanya belajar Matematika dengan materi Mengembangkan Konsep Segitiga Sebangun.
Pada suatu kesempatan, pak Mustafa membagi siswanya dalam dua kelompok besar dan memberi tugas kepada masing-masing kelompok tersebut.
Kelompok I diberi tugas untuk mengukur panjang sisi lapangan di halaman sekolah. Anggota kelompok ini menggunakan jangkar yang terbuat dari bambu, yang dibuat sendiri oleh siswa. Kelompok 2 mendapat tugas untuk me-ngukur tinggi pohon mangga di halaman sekolah. Tugas yang diberikan ini terkait dengan materi segi tiga sebangun.
Capaian belajar siswa
Kelompok 1 dan 2 mampu mengukur panjang lapangan dan tinggi pohon mangga dengan menggunakan konsep segi tiga sebangun. Melalui konsep ini mereka bisa mengukur panjang lapangan dan tinggi pohon tanpa harus turun ke lapangan. Dengan kata lain, mereka melakukan perhitungan di dalam kelas.
Setelah melakukan penghitungan, siswa dan guru melakukan refleksi bersama terhadap proses dan hasil yang dicapai. Melalui kegiatan belajar seperti ini, Matematika tidak lagi menjadi pelajaran yang ditakuti siswa, sebaliknya pelajaran ini menjadi sangat menyenangkan. Di bawah ini adalah gambar yang menceritakan proses kegiatan yang dilakukan.
|
Inovasi Pendidikan: Media Komunikasi SMP dan MTs
|
Nomor 04/November 2009
|
|