HOME:HALAMAN UTAMA
  Berita DBE EDISI 2
 Berita Dari Lapangan
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Berita Dari Provinsi

Halaman 14 


  Bekerja dengan Keikhlasan:

  Kisah Sukses Mitra DBE3 di Jeneponto

Dra. Hartati Hamid adalah sosok yang tidak bisa dipisahkan dari PKBM Nur Alif. Ia adalah tokoh kunci dibalik susksesnya PKBM Nur Alif dalam mengembangkan bisnisnya. Ia memulai usahanya dengan berjualan kue tradisional dan sara’ba (minuman tradisional dari Sulawesi Selatan) di rumahnya.

Kemudian ia juga merambah ke usaha jahit. Pekerja keras adalah kata yang tepat untuk mendeskripsikan ibu dua anak ini. Tahun 1995 – 1997 adalah masa-masa sulit bagi dirinya. Suaminya – bpk. Basri Daeng Situju – hanyalah seorang guru honor yang penghasilannya hanya cukup untuk menutupi transportasinya ke tempat kerja.

Berangkat dari kesulitan ini, ibu Hartati, Sarjana Pendidikan Luar Sekolah, berpikir untuk mengatasi kesulitan keluarga. Setelah mempertimbangkan dan mengevaluasi bisnis kue tradisionalnya, Ibu Hartati dan suaminya memutuskan untuk menyetopnya dan memulai bisnis baru: pembuatan tirai.

Keterampilan membuat tirai ini diperolehnya ketika belajar di Makassar. Dengan modal sebesar Rp. 300.000, ia memulai bisnis ini. Ia membuat beberapa contoh tirai dan memajangnya di pasar Jeneponto. Satu persatu pelanggan mulai tertarik.

Pada awalnya, beberapa pesanan yang datang hanyalah dari Jeneponto saja. Namun kemudian, ia mendapatkan pesanan dari Bantaeng, Gowa, Takalar bahkan Makassar. Ketika ditanya bagaimana caranya memasarkan produknya, ibu Hartati menjelaskan bahwa ia mendapatkan pengetahuan yang berguna dari pelatihan DBE3.

Tidak cukup puas dengan usaha yang dijalankannya, ibu Hartati dan suaminya kemudian membentuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) pada tahun 2004.

Ibu Hartati Hamid Ia berharap PKBM ini bisa menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat dan tempat berbagi ilmu. PKBM ini diberi nama Nur Alif. Sekarang PKBM ini telah memiliki tujuh orang staf yang membantu menjalankan kegiatannya.

Aset PKBM Nur Alif telah berkembang dan sekarang menjadi Rp. 125 juta, terdiri dari mesin jahit, tempat usaha dan modal pengembangan usaha. Disamping itu, ibu Hartati juga mengembangkan program Paket A dan B (untuk membantu masyarakat belajar kecakapan dasar seperti membaca dan berhitung). Program ini ia kembangkan melalui kerjasama dengan Dinas

Dimulai sejak 2004, PKBM Nur Alif sekarang memiliki tujuh staf dan aset sebesar Rp. 125 juta.

Pendidikan Kabupaten Jeneponto. Ia merasa tertantang untuk membuat orang tertarik untuk belajar. Nalurinya yang kuat untuk membantu orang lain memang sangat luar biasa. Sampai saat ini dia membina warga belajar sekitar 40 orang pada program paket B. Ketika ditanya apa rahasia suksesnya dalam mengelola PKBM dan bisnisnya, ia menyebutkan empat kata: “keikhlasan, ketekunan, keuletan dan kesabaran”.

Drs. Haeruddin, M.Si

Kepala Sekolah SMPN 1 Pancarijang, Drs. Haeruddin, M.Si, menyatakan keinginan sekolahnya untuk menjadi mitra DBE3

Seleksi Sekolah Mitra di Sulawesi Selatan

DBE3 meningkatkan jumlah sekolah mitranya di 25 kabupaten dari empat menjadi sepuluh sekolah. DBE3 Sulawesi Selatan memulai seleksi sekolah mitra dengan melibatkan staf dari Dinas Pendidikan dan Kantor Depag di tiap kabupaten.

Bersama dengan tim DBE3 para staf ini menentukan kriteria seleksi, memonitor sekolah,

dan melakukan penilaian untuk mengetahui komitmen kepala sekolah dalam mengimplementasikan pengetahuan yang didapatkan dari pelatihan. Dengan melibatkan Dinas Pendidikan dan Kantor Depag, DBE3 berharap akan tumbuh rasa memiliki dari institusi tersebut dan komitmen untuk mendukung keberlanjutan program.

Pada tanggal 14-15 April 2009, seleksi sekolah berlangsung di Sidrap. Tim seleksi melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah dan mewawancarai kepala sekolah dan guru untuk memverifikasi informasi dan data terkini dari sekolah. Enam sekolah terpilih dari tiga kecamatan: Baranti, Pancarijang, dan Tellulimpoe.

Sekolah-sekolah tersebut adalah :
1) SMP Negeri 2 Baranti
2) MTs Negeri Baranti
3) SMP Negeri 1Pancarijang
4) MTs YMPI Rappang-Pancarijang
5) SMPN 1 Tellulimpoe and
6) MTs DDI Amparita.

Sekolah-sekolah ini telah disetujui oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Kantor Depag.


 Inovasi Pendidikan: Media Komunikasi SMP dan MTs

Nomor 02/April 2009