HOME:HALAMAN UTAMA
  Berita DBE EDISI 2
 Berita Dari Lapangan
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Berita Dari Provinsi

Halaman 13 


Menuju Pengembangan DBE3: Komitmen dan Kebersamaan

Kepala sekolah berperan penting dalam penerapan program pendidikan yang dibangun oleh DBE3. Sebagai pimpinan sekolah dan manajer sekolah, kepala sekolah memiliki otoritas dalam menentukan strategi yang mengarah kepada pelaksanaan proses pembelajaran yang baik. Di bawah ini adalah komentar dari Dra. Siti Nasrah – Kepala Sekolah SMP YP PGRI, Makassar dan Drs. Achmad Lutfi, MM, Kepala Sekolah SMPN 2 Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur. Komentar ini diutarakan pada saat Anwar Holil, Konsultan DBE3 melakukan monitoring di sekolah mereka.

Dra. Siti Nasrah, Kepala SMP YP PGRI Makasar:

SMP YP PGRI telah menjadi mitra DBE3 selama setahun. Selama ini, kami telah menerapkan semua program DBE3 secara konsisten. Kami merasakan hasil positif dari upaya yang telah kami lakukan. Sekarang kami menerapkan metoda pembelajaran yang memicu siswa untuk memecahkan persoalan dalam kelompok kecil. Berkat DBE3 beberapa perubahan positif telah terjadi di sekolah kami.

Perubahan tersebut antara lain adalah pengaturan kursi siswa di kelas. Kami mempunyai banyak siswa di kelas. Bahkan ada kelas menampung 48 siswa. Untuk menciptakan ruangan yang lebih lega dan memberi kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi, kami menyusun kursi dengan bentuk U. Perubahan ini terbukti efektif.

Siti Nasrah dengan Anwar Holil

Siti Nasrah dengan Anwar Holil didalam perpustakaan sekolah.

Guru berperan penting dalam proses belajar. Siswa bisa menjadi lebih aktif dalam belajar ketika guru tahu bagaimana menerapkan pola belajar yang efektif. Untuk mendukung pembelajaran yang baik, kami memberi dukungan penuh pada guru. Kami menyediakan flip chart, buku, dan kebutuhan lainnya.

Kami juga medorong siswa untuk menulis apa yang mereka pelajari dan mempresentasikannya di kelas. Masyarakat memberikan kepercayaan kepada kami, walaupun kami hanyalah sekolah swasta. Tiap tahun kami harus menolak siswa yang mendaftarkan diri.

Sekarang kami memfokuskan diri pada peningkatan kualitas pembelajaran. Untuk itu, kami mengandalkan program DBE3. Saya tegaskan bahwa SMP YP PGRI memiliki komitmen yang tinggi untuk meningkatkan mutu.

Bpk. Drs. A. Lutfi, MM Drs. A. Lutfi, MM, Kepala SMPN 2 Sedati:

SAAT ini, guru-guru di sekolah kami menerapkan pembelajaran kontekstual (CTL – Contextual Teaching and Learning).

DBE3 telah melatih dan membantu kami dalam penerapan CTL. Selain itu, fasilitator DBE3 juga sangat dekat dengan guru-guru kami. Berkat DBE3 kami mengalami perubahan yang positif.

Ruang kelas sekarang ini lebih tertata rapi. Siswa bisa bekerja dalam kelompok kecil untuk berdiskusi dan belajar dalam suasana yang lebih baik.

Guru tidak hanya memberikan teori tapi juga contoh nyata dari kehidupan sehari-hari. Siswa mendapatkan kesempatan untuk memamerkan karya mereka di kelas.

Bagi kami, hal ini adalah kemajuan yang besar. Kami menerapkan team teaching di sekolah kami. Menurut peraturan, guru harus mengajar 24 jam dalam seminggu.

Dengan team teaching ini, guru-guru kami bisa memenuhi peraturan tersebut. Team teaching juga efektif dalam membantu siswa.

Untuk memastikan keefektifan team teaching di sekolah kami, kami meminta guru-guru untuk memonitor pelaksanaannya.

Jika ada guru yang mengikuti lokakarya atau pelatihan, kami akan minta mereka untuk berbagi ilmu dengan koleganya.

Kami juga menerapkan ICT di kelas. Kami menggunakan laptop, LCD dan software pembelajaran, serta TV untuk proses belajar.

Kami melakukan ini semua untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah kami.


(sambungan dari hal. 12)

mudah dalam berinteraksi. Diskusi kelompok, Poster Session atau model pembelajaran aktif lainnya juga diterapkan demi membangun komunikasi yang efektif dan dinamis antar sesama siswa dan dengan guru, sebagai fasilitatornya.

“Meski lokakarya ini singkat namun peserta dapat merespon dengan baik dan berupaya untuk menerapkan hasil lokakarya di sekolah mereka,” jelas Ibu Sunarni. “Kami bangga karena dapat menggabungkan LS dan DBE3 dalam proses pembelajaran di sekolah.

Tindak lanjut kami adalah mengadakan open lesson/open class yang menyediakan tempat dan waktu bagi siapapun untuk mengamati kinerja guru dan/atau mengobservasi aktivitas pembelajaran peserta didik pada setiap hari Jumat di sekolah kami,” tambahnya.

Implementasi dalam MGMP PKn

Dengan dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Pengurus MGMP PKn melaksanakan lokakarya yang berfokus pada penerapan Lesson Study dan PAKEM dengan integrasi Life Skills DBE3 yang berlangsung setiap hari Kamis mulai 26 Februari hingga 14 Mei 2009.

Penyelenggaraan kegiatan ini dipusatkan di SMP Negeri 1 Rejoso dengan peserta 20 orang guru PKn dari SMP Negeri dan Swasta se Kabupaten Pasuruan. Lokakarya tentang perpaduan polapola pembelajaran adalah terobosan baru dalam mengintegrasikan program DBE3 dengan Lesson Study.

Perpaduan ini berdampak sangat baik dalam pengembangan potensi kecakapan hidup siswa untuk bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan mempersiapkan diri dalam kegiatan pengembangan masyarakat.


 Inovasi Pendidikan: Media Komunikasi SMP dan MTs

Nomor 02/April 2009