|
Dra. Siti Nasrah, Kepala SMP YP PGRI Makasar:
SMP YP PGRI telah menjadi mitra DBE3 selama setahun. Selama ini, kami telah
menerapkan semua program DBE3 secara konsisten. Kami merasakan hasil positif dari
upaya yang telah kami lakukan. Sekarang kami menerapkan metoda pembelajaran yang
memicu siswa untuk memecahkan persoalan dalam kelompok kecil. Berkat DBE3 beberapa perubahan positif telah terjadi di sekolah kami.
Perubahan tersebut antara lain adalah pengaturan kursi siswa di kelas. Kami mempunyai banyak siswa di kelas. Bahkan ada kelas menampung 48 siswa. Untuk menciptakan ruangan yang lebih lega dan memberi kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi, kami menyusun kursi dengan bentuk U. Perubahan ini terbukti efektif.
|
Siti Nasrah dengan Anwar Holil didalam perpustakaan sekolah.
|
Guru berperan penting dalam proses belajar. Siswa bisa menjadi lebih aktif dalam belajar ketika guru tahu bagaimana menerapkan pola belajar yang efektif. Untuk mendukung
pembelajaran yang baik, kami memberi dukungan penuh pada guru. Kami menyediakan flip chart, buku, dan kebutuhan lainnya.
Kami juga medorong siswa untuk menulis apa yang mereka pelajari dan mempresentasikannya di kelas. Masyarakat memberikan kepercayaan kepada kami, walaupun kami hanyalah sekolah swasta. Tiap tahun kami harus menolak siswa yang mendaftarkan diri.
Sekarang kami memfokuskan diri pada peningkatan kualitas pembelajaran. Untuk itu, kami mengandalkan program DBE3. Saya tegaskan bahwa SMP YP PGRI memiliki komitmen yang tinggi untuk meningkatkan mutu.
|
Drs. A. Lutfi, MM, Kepala SMPN 2 Sedati:
SAAT ini, guru-guru di sekolah kami menerapkan pembelajaran kontekstual (CTL – Contextual Teaching and Learning).
DBE3 telah melatih dan membantu kami dalam penerapan CTL. Selain itu, fasilitator DBE3 juga sangat dekat dengan guru-guru kami. Berkat DBE3 kami mengalami perubahan yang positif.
Ruang kelas sekarang ini lebih tertata rapi. Siswa bisa bekerja dalam kelompok kecil untuk berdiskusi dan belajar dalam suasana yang lebih baik.
Guru tidak hanya memberikan teori tapi juga contoh nyata dari kehidupan sehari-hari. Siswa mendapatkan kesempatan untuk memamerkan karya mereka di kelas.
Bagi kami, hal ini adalah kemajuan yang besar. Kami menerapkan team teaching di sekolah kami. Menurut peraturan, guru harus mengajar 24 jam dalam seminggu.
Dengan team teaching ini, guru-guru kami bisa memenuhi peraturan tersebut. Team teaching juga efektif dalam membantu siswa.
Untuk memastikan keefektifan team teaching di sekolah kami, kami meminta guru-guru untuk memonitor pelaksanaannya.
Jika ada guru yang mengikuti lokakarya atau pelatihan, kami akan minta mereka untuk berbagi ilmu dengan koleganya.
Kami juga menerapkan ICT di kelas. Kami menggunakan laptop, LCD dan software pembelajaran, serta TV untuk proses belajar.
Kami melakukan ini semua untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah kami.
|