Inovasi Pendidikan
USAID Indonesia Inovasi Pendidikan DBE Indonesia
 HOME:HALAMAN UTAMA
  Berita DBE3 EDISI 11
 Berita Dari Lapangan
 DBE Inovasi Downloads
  



  
 Membaca Newsletter
  
Membaca Newsletter Inovasi Pendidikan

  
 Search Inovasi Pendidikan
  

     
powered by FreeFind
  
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Berita Dari Provinsi

Halaman 9 


Jawa Barat - Banten

SMPN 2 Jalancagak Bangun Lingkungan Belajar

SMPN 2 Jalancagak menciptakan lingkungan kelas yang mendorong siswa belajar.

SETELAH mengikuti workshop kepala sekolah yang dilaksanakan DBE3, Ibu Kriswati Kepala SMPN 2 Jalancagak menerapkan pendekatan instruktional leadership. Setiap kebijakan dan segenap langkah kepemimpinan diorientasikan bersinergi dengan kepentingan pembelajaran. Ia selalu meminta guru mengidentifikasi kebutuhan untuk melaksanakan proses belajar yang kontekstual. "Untuk keperluan ini, saya melakukan kerjasama dan penggalian dana guna menyediakan setiap keperluan sarana pembelajaran," katanya mantap.

Asalnya, SMPN 2 Jalancagak itu hanyalah sebuah sekolah baru, berskala kecil, dengan hanya 300 siswa. Dalam kurun satu tahun, animo input siswa meningkat 100% dan mencapai jumlah 600 siswa. Ini merupakan bukti konkret peningkatan kinerja sekolah, sebagai akibat langsung dari prestasi para guru yang semakin profesional.

Memicu Gairah Guru

Para guru disediakan bantuan teknis untuk mengatasi berbagai masalah pembelajaran yang menghadang. Selain mengerahkan setiap kemampuan paedagogik sendiri, dirinya juga memanfaatkan para distrik fasilitator DBE3 untuk membantu mendampingi para guru dalam mengatasi berbagai masalah pembelajaran. Selain memberikan izin kepala sekolah memberikan dorongan kepada para guru untuk aktif mengikuti setiap pelatihan guru yang diselenggarakan oleh DBE3. "Saya bahkan meminta DBE3 untuk melatih seluruh guru di luar mata pelajaran inti yang menjadi fokus binaan DBE3. Untuk guru yang tidak diundang oleh DBE3, saya mengalokasikan dana tersendiri untuk membiayai mereka mengikuti pelatihan guru," katanya.

Membangun Lingkungan Belajar

Lingkungan sekolah diciptakan sedemikian rupa untuk menjadi sebuah lingkungan belajar yang setiap sudutnya bersifat kondusif bagi pembelajaran bergairah. Selain para guru berinisiatif menata ruang kelas dan memajang hasil karya siswa, kepala sekolah bekerja keras menyediakan prasarana sekolah yang memadai. Semua sudut lingkungan sekolah menjadi sumber belajar bagi para siswa dan alat peraga belajar bagi para guru. Bekerja sama dengan Inagreen, sekolah berhasil menyediakan lahan pertanian tempat siswa belajar, yang kemudian hasilnya pun dapat menambah dana sekolah. "Sekarang lingkungan belajar di sekolah kami sangat kondusif untuk melaksanakan proses belajar aktif," katanya lagi.

 Inovasi Pendidikan: Media Komunikasi SMP dan MTs

Edisi 11/September 2011