|
Berita Dari Provinsi
|
Halaman 8
|
|
Siswa menunjukkan hasil temuannya.
|
Menemukan Wallace-Weber di Pangaribuan
Miduk Gultom, Guru IPS SMPN 2 Pangaribuan, Tapanuli Utara,
memanfaatkan hutan, sawah dan belantara yang menjadi
penghias sekolah menjadi sumber belajar.
MODEL ini saya gunakan untuk mengampuh kompetensi dasar mengenal tumbuhan dan hewan di daerah tropis. Secara teori, pembagaian wilayah tumbuhan dan hewan di daerah tropis sudah dilakukan oleh Alfred Russel Wallace dan Max Carl Wilhelm Weber. Saya tidak mau mengajarkan teori tetapi siswa dipertemukan langsung dengan gagasan Wallace-Weber di lapangan. Saya memulai pembelajaran lewat sapaan khas. Saya memotivasi siswa saya yang umumnya anak petani. Saya menjanjikan sebuah petualangan menarik untuk mereka.
Saya bilang mereka akan mampu mengklasifikasikan jenis tumbuhan dan hewan yang ada di sekitar mereka. Terpancar semangat dan rasa penasaran dari wajah para siswa. Saya membagikan buku teks kepada siswa. Mereka saya minta untuk membaca dan menemukan jenis-jenis tumbuhan dan hewan yang tergolong tumbuhan tropis. Saya memberikan penjelasan singkat tentang teori Wallace-Weber untuk membantu siswa. Siswa saya minta merumuskan hasil bacaannya secara berkelompok. Setelah itu mereka membaca hasil diskusinya.
Kesimpulan siswa cukup menarik. Tapi itu belum cukup bagi saya. Saya meminta siswa untuk mencari tumbuhan dan hewan seperti yang mereka presentasikan. Mereka harus mencari di hutan, sawah dan belantara yang ada di sekitar sekolah maupun rumah mereka. Saya juga meminta siswa membuat maket hutan sederhana dan peta penyebaran flora dan fauna berdasarkan teori Wallace-Weber. Siswa saya menunjukkan keterampilannya menangkap binatang dan mengenali tumbuhan.
Tangan mereka dengan cekatan menangkap burung, katak, kadal dan bahkan ular yang sedang melintas di sawah. Begitu pula dengan tumbuh-tumbuhan yang ada di antar semak belukar, mereka tidak begitu kesulitan mengenalinya. Setelah binatang dan tumbuhan yang dicari sudah didapatkan, siswa saya meneruskan tugas membuat maket hutan serderhana dan peta Wallace-Weber. Mereka menggunakan potongan tripek dan kayu bekas untuk membuat maket.
Tripek dibuat menjadi kotak persegi, lalu diisi dengan tanah dan pasir. Di atas tanah dan pasir itu mereka menanam tumbuh-tumbuhan yang mewakili daerah tropis seperti pakis, jamur dll. Sedangkan untuk membuat peta Wallace-Weber, siswa saya menggunakan buah ubi kayu dan tepung kanji. Buah ubi mereka bersihkan lalu direbus sampai matang. Setelah matang mereka menyatukan rebusan ubi dan tepung kanji lalu mencetaknnya seperti pulau-pulau yang ada di Indonesia. setelah kering, pulau-pulau itu mereka cat dengan cat minyak seadanya.
Pembelajaran untuk KD ini, dibagi atas dua sesi pembelajaran. Sesi pertama lebih banyak menggunakan sumber-sumber informasi dari buku teks. Sesi kedua, siswa melakukan perburuan hewan dan tumbuhan. Kami menutup KD ini dengan presentasi. Siswa membawa hasil buruannya ke dalam kelas, lalu menjelaskan jenis bintang dan tumbuhan itu. Setelah itu siswa menjelaskan peta penyebaran berdasarkan hasil penelitian Wallace- Weber.
Wallace membagi wilayah geografis Indonesia menjadi dua yaitu: wilayah geografis hewan Asia dan Australia. Bagian barat dari garis ini berhubungan dengan spesies Asia; di timur kebanyakan berhubungan dengan spesies Australia. Garis ini dinamakan atas Alfred Russel Wallace, yang menyadari perbedaan yang jelas pada saat dia berkunjung ke Hindia Timur pada abad ke-19. Garis ini melalui Kepulauan Melayu, antara Borneo dan Sulawesi; dan antara Bali (di barat) dan Lombok (di timur).
Adanya garis ini juga tercatat oleh Antonio Pigafetta tentang perbedaan biologis antara Filipina dan Kepulauan Maluku, tercatat dalam perjalanan Ferdinand Magellan pada 1521. Garis ini lalu diperbaiki dan digeser ke Timur (daratan pulau Sulawesi) oleh Weber. Batas penyebaran flora dan fauna Asia lalu ditentukan secara berbeda-beda, berdasarkan tipe-tipe flora dan fauna. Garis ini lalu dinamakan "Wallace-Weber". Saya puas dengan kerja siswa. Tertelak didaerah pedalaman, rupanya keuntungan tersendiri bagi kami.
|
Teori Wallace-Weber dibuktikan siswa.
|
|
Inovasi Pendidikan: Media
Komunikasi SMP dan MTs
|
Edisi 11/September 2011
|
|