Inovasi Pendidikan
USAID Indonesia Inovasi Pendidikan DBE Indonesia
 HOME:HALAMAN UTAMA
  Berita DBE3 EDISI 11
 Berita Dari Lapangan
 DBE Inovasi Downloads
  



  
 Membaca Newsletter
  
Membaca Newsletter Inovasi Pendidikan

  
 Search Inovasi Pendidikan
  

     
powered by FreeFind
  
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Berita Utama

Halaman 3 


c) Manajemen Sekolah dan Pengembangan Profesional Guru

Saat monitoring tahun 2009, tidak terlalu banyak perbedaan pada indikator terkait dengan kepemimpinan kepala sekolah dan MGMP antara sekolah mitra dengan sekolah pembanding. Namun, peningkatan pesat terjadi pada tiap indikator saat monitoring tahun 2010, seperti yang terlihat pada grafik 2. Peningkatan tersebut diteruskan pada tahun 2011. Peningkatan tertinggi pada indikator tentang kepemimpinan kepala sekolah adalah pada jumlah kepala sekolah yang melakukan monitoring saat proses pembelajaran.

Pengelolaan dan penggunaan perpustakaan sekolah meningkat dengan adanya pada tahun 2011 lebih dari 80% sekolah mitra yang memiliki perpustakaan yang tertata rapi dan digunakan, dibandingkan dengan hanya 61,8% pada tahun 2009. Namun, sebagian besar perpustakaan masih kekurangan bahan bacaan yang memadai. Efektivitas MGMP meningkat dengan 39.6% dinilai efektif di tahun 2010, dibandingkan dengan 15,9% di tahun 2009.

Kekurangan yang paling terlihat adalah frekuensi pertemuan MGMP, yang pada sebagian besar kasus kurang dari 1 kali dalam sebulan. Akses juga merupakan salah satu masalah yang dihadapi karena seringkali MGMP meliputi wilayah cakupan yang sangat luas (biasanya seluruh kabupaten) dan banyak sekolah. Terlihat pula bahwa kebutuhan pengembangan profesional guru lebih banyak terpenuhi melalui MGMP tingkat sekolah, bukan MGMP tingkat kabupaten.

Grafik 2

Program 'Better Teaching and Learning' (BTL)

Program BTL, yang dikembangkan DBE3, terfokus pada pen- capaian beberapa indikator perubahan yang dicantumkan di bawah ini - khususnya pada kegiatan siswa, kegiatan guru, lingkungan kelas, dan kepemimpinan kepala sekolah.

Program tersebut menggunakan pendekatan 'whole school' di mana guru semua mata pelajaran pokok, serta kepala sekolah dilibatkan bersama untuk mencapai visi dan tujuan yang sama. Program BTL menggunakan berbagai pendakatan pelatihan, termasuk studi banding, pelatihan lokakarya yang praktis, dan praktik mengajar didampingi fasilitator daerah langsung di sekolah.

Program DBE3 melibatkan berbagai unsur pemerintah termasuk pengawas, staf Dinas Pendidikan dan Kemenag, anggota DPRD, Bapeda, dan Dewan Pendidikan untuk mencapai satu visi ke depan.

RINGKASAN INDIKATOR MONITORING

Kegiatan Siswa

  • Kegiatan siswa bervariasi termasuk kerja kooperatif, memecahkan masalah, percobaan dsb.
  • Siswa mengungkapkan pemikirannya sendiri secara lisan dan tulisan.
  • Siswa menggunakan media yang bervariasi.
Kegiatan Guru
  • Guru mendorong interaksi antar siswa.
  • Guru memberikan tugas yang menantang dan bervariasi (diskusi, percobaan, pemecahan masalah dsb).
  • Guru melakukan penilaian formatif.
Lingkungan Kelas
  • Siswa duduk dan bekerja dalam kelompok.
  • Ada pajangan hasil karya siswa.
  • Sumber belajar lebih beragam (media, lingkungan).
Kepemimpinan Kepala Sekolah
  • Mendorong perubahan.
  • Menunjang pengembangan profesional guru.
Pengelolaan & Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah

Pengembangan Profesional Melalui MGMP
  • Penyusunan program untuk menunjang perubahan.
  • Merancang kegiatan yang menarik dan praktis.
  • Mendorong perubahan di kelas.
Hasil Belajar

 Inovasi Pendidikan: Media Komunikasi SMP dan MTs

Edisi 11/September 2011