Dampak Program BTL Nampak Jelas di Sekolah Mitra
|
HASIL MONITORING yang dilakukan pada sekolah mitra DBE3 selama tiga tahun mulai 2009 s.d. 2011 menunjukkan kemajuan yang sangat jelas di hampir semua indikator, apalagi kalau dibandingkan dengan sekolah yang belum pernah mengikuti program DBE3.
|
MONITORING tersebut dilakukan di 156 sekolah dari seluruhnya 250 sekolah mitra di 25 kabupaten pemantapan (extension district). Indikator untuk sekolah-sekolah di kabupaten pemantapan dibagi menjadi tiga bagian, yang berhubungan dengan (a) pembelajaran, (b) prestasi siswa, dan (c) manajemen sekolah dan pengembangan profesional guru.
Ringkasan masing-masing indikator (a) dan (c) di samping dibagi menjadi empat bagian, (i) keadaan dari 156 sekolah mitra pada monitoring tahun 2009; (ii) keadaan dari 156 sekolah mitra pada monitoring tahun 2010; (iii) keadaan dari 156 sekolah mitra pada monitoring tahun 2011; (iv) keadaan dari 20 sekolah pembanding pada tahun 2010 yang belum mengikuti program DBE3.
a) Pembelajaran
Grafik 1 menujukkan hasil dari tiga indikator yang berkaitan dengan pembelajaran. Ada peningkatan yang sangat jelas antara tahun 2009 dan 2010 dalam hal kegiatan guru, lingkungan kelas, dan kegiatan siswa. Perubahan tersebut termasuk lingkungan kelas yang menarik dan mendorong anak untuk belajar, guru yang merancang kegiatan yang mendorong siswa untuk berbuat, serta kegiatan siswa yang bervariasi seperti diskusi dan kegiatan praktik, dengan menggunakan berbagai sumber beleajar.
Sekolah pembanding hampir tidak menunjukkan adanya indikator tersebut. Peningkatan tersebut dipertahankan pada tahun 2011.
Hasil ini menunjukkan bahwa sekolah-sekolah mitra telah mencapai kurang-lebih 90% pada semua indikator. Hasil ini mencerminkan hasil pelatihan guru telah difokuskan pada indikator monitoring ini.
b) Prestasi Siswa
DBE3 melaksanakan penilaian dengan menggunakan sampel sebanyak 54 sekolah menggunakan tes yang lebih berfokus pada kecakapan siswa. Tes dilaksanakan di sekolah-sekolah yang sama pada tahun 2009, 2010, dan 2011. Grafik 3 menunjukkan peningkatan yang cukup besar pada nilai tes ratarata secara keseluruhan. Hasil tes Bahasan Indonesia dan Matematika naik setiap tahun dari 2009 s.d. 2011, sedangkan hasil tes Bahasa Inggris naik banyak dari tahun 2009 s.d. 2010, terus agak turun pada tahun 2011.
Analisis data dari tes individual menunjukkan bahwa pada semua kelompok - laki-laki, perempuan, SMP, MTs, sekolah negeri dan swasta - terlihat peningkatan nilai yang substansial pada setiap tes.
Grafik 4 menunjukkan Hasil Ujian Nasional di 250 sekolah mitra di 25 kabupaten kota. Hasil semua mata pelajaran naik jelas dari tahun 2008 s.d. 2010. Kenaikan paling besar ada pada mata pelajaran Matematika, yang hasil rata-ratanya naik dari 6.9 pada tahun 2008 menjadi 7.7 pada tahun 2010.
|
Inovasi Pendidikan: Media
Komunikasi SMP dan MTs
|
Edisi 11/September 2011
|
|