Inovasi Pendidikan
USAID Indonesia Inovasi Pendidikan DBE Indonesia
 HOME:HALAMAN UTAMA
  Berita DBE3 EDISI 11
 Berita Dari Lapangan
 DBE Inovasi Downloads
  



  
 Membaca Newsletter
  
Membaca Newsletter Inovasi Pendidikan

  
 Search Inovasi Pendidikan
  

     
powered by FreeFind
  
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Berita Dari Provinsi

Halaman 19 


Lampaui Keterbatasan dengan Inovasi

KETERBATASAN fasilitas yang dimiliki sekolahnya tidak membuat Dra. Siti Nasrah, Kepala SMP YP PGRI Makasar berhenti melakukan inovasi. Sejak bermitra dengan DBE3 pada tahun 2008, ia konsisten menerapkan semua program yang dikembangkan DBE3. "Kami merasakan hasil positif dari pendampingan DBE3. Sekarang kami terbiasa menerapkan metoda pembelajaran yang merangsang siswa untuk memecahkan persoalan dalam kelompok kecil. Hasilnya sangat efektif dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Hal itu membuat kami terinspirasi untuk selalu melakukan inovasi walaupun dengan keterbatasan yang kami miliki," papar Ibu Nasrah.

Mendorong siswa untuk kreatif sudah menjadi budaya dalam pembelajaran seluruh mata pelajaran.

Sekolah ini menggunakan bangunan yang digunakan secara bersama dengan dua sekolah lainnya. Pagi hari digunakan SMP YP PGRI Makasar, Siangnya digunakan SMP PGRI 3 Makasar dan SMA PGRI Makasar. SMP YP PGRI Makasar memiliki dua belas rombongan belajar. Jumlah siswa dalam satu kelas juga cukup besar. "Rata-rata jumlah siswa per kelas mencapai 47 siswa. Untuk menciptakan ruangan yang lebih lega dan memberi kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi, kami menyusun kursi dengan bentuk U. Hal ini terbukti efektif untuk memberikan akses siswa dalam belajar," katanya lagi.

Kelas yang digunakan secara bersama terkadang memberikan kendala tersendiri. Seringkali hasil kreasi siswa yang dipajangkan di kelas besoknya hilang atau rusak. Tetapi hal itu tidak membuat para guru dan siswa berhenti mengembangkan kreativitas. Buktinya, di semua kelas berbagai pajangan hasil kreasi siswa menghiasi dinding kelas. Keterbukaan juga menjadi ciri khas dari sekolah yang ditunjuk Bank Indonesia sebagai salah satu sekolah model dalam implementasi program pemanfaatan uang dengan menabung. Walaupun 95% gurunya adalah honorer tetapi kemampuan mereka dalam memfasilitasi pembelajaran aktif cukup efektif.

"Peningkatan mutu, kesejahteraan, dan penyediaan fasilitas pembelajaran menjadi prioritas kami. Saat ini sekolah juga memfasilitasi para guru untuk memiliki laptop. Caranya dengan memberikan pinjaman tanpa bunga untuk membeli laptop," kata Bu Nasrah. Dengan memiliki laptop, lanjut Bu Nasrah, para guru dibiasakan untuk mengakses informasi melalui jaringan internet yang disediakan sekolah. "Dengan guru terbiasa menggunakan laptop dan akses internet, harapannya guru selalu mengikuti perkembangan terbaru dan dapat membudayakan pembelajaran yang memanfaatkan ICT," ujar Bu Nasrah.

Masyarakat juga memberikan kepercayaan yang tinggi pada sekolah. Walaupun sekolah swasta tetapi setiap tahun sekolah harus menyeleksi dan menolak lebih dari separuh siswa yang mendaftarkan diri. "SMP YP PGRI memiliki komitmen yang tinggi untuk meningkatkan mutu dan kami selalu terbuka dengan pembaharuan," kata Bu Nasrah

Berikut adalah beberapa inovasi yang dilakukan:

  • Memfasilitasi semua guru mendapatkan pelatihan DBE 3.
  • Memprioritaskan anggaran sekolah untuk peningkatan mutu, kesejahteraan guru, dan kebutuhan pembelajaran.
  • Aktif melakukan kerjasama dengan instansi atau lembaga seperti perpustakaan daerah dalam program siswa dan guru membaca, serta bekerjasama dengan Bank Indonesia dalam program ekstra kurikuler pemanfaatan uang dengan menabung.
  • Membuat jam membaca yang memanfaatkan koleksi buku perpustakaan dengan difasilitasi seorang guru.
  • Memfasilitasi semua guru memiliki laptop dengan membelikannya lebih dulu dan guru mencicilnya ke sekolah.

Seluruh kelas telah disetting untuk mendorong siswa belajar secara kooperatif, dan semua guru menerapkan proses belajar yang membuat siswa belajar aktif secara bermakna.

 Inovasi Pendidikan: Media Komunikasi SMP dan MTs

Edisi 11/September 2011