|
Berita Dari Provinsi
|
Halaman 16
|
Asyiknya Belajar Bahasa Inggris melalui Storytelling
Bahasa Inggris adalah salah satu pelajaran kesukaan Harsipah, siswa kelas IX SMPN 1 Singgahan, Tuban. Ia menuliskan pengalamannya usai menunjukkan kemampuannya pada acara Pameran Inovasi Pembelajaran DBE3 yang diselenggarakan di daerahnya.
|
Aku saat memainkan lakon Asal Mula Air Terjun Nglirip pada acara Pameran Inovasi Pembelajaran DBE3.
|
BAHASA Inggris adalah pelajaran yang paling menyenangkan. Aku paling senang saat mendapat materi tentang storytelling, atau menceritakan sebuah cerita dengan disertai gerakan tubuh, ekspresi dan suara yang berbeda-beda sesuai dengan karakter yang dimainkan. Dalam memainkan peran, kita bebas berekspresi, bergerak atau apapun, asalkan masih berkaitan dengan cerita itu. Apabila ceritanya sedih kita harus sebisa mungkin menangis. Seperti ketika aku memainkan lakon Asal Mula Air Terjun Nglirip. Dalam lakon ini aku memainkan banyak sekali karakter. Dari seorang putri, pangeran, raja hingga prajurit. Banyak sekali kesulitan yang kutemui saat berperan dalam cerita ini.
Misalnya saja, ketika harus berperan menjadi seorang prajurit yang sedang marah-marah, wow...sulit sekali, it's very difficult. Tetapi ada yang lebih sulit lagi. Ketika aku harus berperan sebagai Putri Nglirip. Aku harus bisa menangis tersedu-sedu. Tetapi aku pantang menyerah. Setiap hari aku terus berlatih dan terus berlatih, dimanapun dan kapanpun aku berada. Memang lelah, tetapi itu tak masalah bagiku, hingga akhirnya aku benar-benar bisa menangis. Caraku untuk bisa menangis dalam membawakan cerita itu adalah dengan menghayati cerita tersebut. Yang lebih menggembirakan lagi adalah saat aku berhasil memainkan peran itu di depan para penonton dan membuat mereka bertepuk-tangan.
SMP Kristen Petra Sidoarjo
Adopsi Pembelajaran DBE3 untuk Aktifkan Siswa
|
Kegiatan replikasi yang telah diikuti oleh guru-guru di sekolah ini ternyata telah menginspirasi mereka untuk mengimplementasikannya ke dalam pembelajaran di kelas, karena terbukti dengan pembelajaran seperti ini siswa menjadi lebih aktif dan kreatif (Gambar 1, 2 dan 3). Kini siswa juga terbiasa menghasilkan karya yang dapat dipakai sebagai sumber belajar, seperti tampak pada gambar nomor 4, sebuah puisi hasil karya siswa kelas 7.
|
|
Inovasi Pendidikan: Media
Komunikasi SMP dan MTs
|
Edisi 11/September 2011
|
|