|
Berita Dari Provinsi
|
Halaman 14
|
|
Membuat Menara Masjid
M. AMIN, S.Pd distrik fasilitator Boyolali menciptakan pembelajaran yang membuat siswa mampu memecahkan masalah yang berkaitan dengan kerucut, tabung dan bola dengan membuat menara masjid.
Cara membuat media:
- Buatlah belahan bola dengan membelah bola berukuran sedang (mendekati + 3,5 cm)
- Tentukan model tabung dengan kertas karton yang mempunyai ketentuan diameter sama dengan bola dan tinggi 14 cm.
- Buatlah selimut tabung dari karton
- Buatlah replikasi belahan bola yang sama dengan luas lingkaran.
Langkah pembelajarannya:
Siswa mendapatkan tugas tersebut di rumah. Perbandingan model dengan menara sesungguhnya 1:100. Dengan model yang dibuat siswa, diharapkan mendapatkan gambaran tentang menara yang dimaksud dalam LK.
Menentukan luas permukaan tabung sebagai dinding menara dengan menghitung luas selimutnya. Apabila siswa mengalami kesulitan menelaah media yang
dibuat maka guru membimbingnya agar siswa memahami hubungan media dengan permasalahan dalam LK.
Menentukan luas setengah bola sebagai kubah dari menara dengan menghitung luas dua lingkaran yang telah dibuatnya. Untuk menentukan luas permukaan menara maka siswa diharapkan menggabungkan luas selimut tabung dengan luas dua lingkaran tersebut.
Mendata bahan dan jasa yang akan digunakan, kemudian menghitung biaya per satuan barang dan jasa. Setelah itu, menghitung biaya barang dan jasa keseluruhan.
Dalam LK diberikan data yang kompleks, sekiranya siswa mengalami kesulitan maka dapat dibimbing untuk memilih bahan sederhana.
Variasi hasil diskusi (variasi jawaban) siswa dipastikan terjadi sehingga hal ini diharapkan akan menjadi prediksi positif bagi guru. Hal ini juga menjadi sumber belajar bagi siswa karena siswa dapat membandingkan alternatif jawaban dari suatu permasalahan.
Penilaian akan difokuskan terhadap ketepatan penulisan data, yaitu pendataan barang dan jasa yang akan digunakan dan ketepatan perhitungan anggaran yang tersedia.
|
Karya Kunjung Efektif untuk Tingkatkan Hasil Belajar
HASIL penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan Misri Prihatin, guru SMPN 6 Blora menunjukkan karya kunjung sangat efektif dalam meningkatkan hasil belajar Matematika. PTK yang dilakukan dengan dua siklus tersebut juga memperlihatkan peningkatan aktivitas siswa dalam pembelajaran. Hasil PTK siklus pertama, rata-rata aktivitas siswa adalah 69%.
|
Karya kunjung dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
|
Hasil belajarnya rata-rata 61.08 . Pada siklus kedua hasilnya aktivitas siswa rata-rata 75% dan hasil belajarnya rata- rata 63.55. Bila dibdaningkan pada nilai awal, rata-rata nilai ulangan siswa adalah 57.20, maka terdapat kenaikan 11,1%. "Dari hasil PTK ini dapat disimpulkan bahwa aktivitas dan hasil belajar siswa dengan pembelajaran karya kunjung dapat meningkat," kata Bu Misri yang melakukan PTK berkolaborasi dengan Dra. Sumarwati, M.Pd dosen UNS.
|
Adapun cara melaksanakan pembelajaran karya kunjung sebagai berikut:
- Guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok belajar, membagikan LK, dan meminta siswa menyiapkan alat-alat yang diperlukan untuk mengerjakan LK.
- Guru membimbing masing-masing kelompok berdiskusi dalam menyelesaikan LKS dan menuliskan hasilnya pada kertas manila.
- Setiap kelompok menunjuk 2 anggotanya sebagai wakil kelompok untuk mempresentasikan hasil karya kelompok ke kelompok lain dan meminta kelompok lain menanggapinya (karya kunjung).
- Setelah kembali ke kelompok asal hasil karya disempurnakan sesuai masukan, dan perwakilan kelompok mempresentasikan hasil karyanya.
- Guru memberikan umpan balik atas kegiatan diskusi kelas.
- Setiap kelompok mengumpulkan hasil kerjanya dan menilai hasil kerja kelompok.
- Guru memberi penghargaan pada kelompok terbaik dan memberikan Latihan secara Individu
- Penutup, siswa melakukan refleksi.
|
|
Inovasi Pendidikan: Media
Komunikasi SMP dan MTs
|
Edisi 11/September 2011
|
|