|
Berita Dari Provinsi
|
Halaman 5
|
Memetakan Kelas, Memetakan Dunia
Jika tersesat dan malu bertanya, cari saja peta maka Anda akan menemukan jalan keluar. Berikut catatan Pengalaman Mengajar Darmian Samosir, S.Pd, Guru IPS SMPN 1 Sidikalang, Dairi, Sumut.
BAGI saya peta bukan sekadar gambar yang dilengkapi informasi. Peta adalah petunjuk penting yang bermanfaat bagi kehidupan. Jika peta dipelajari dengan serius, pengetahuan itu bisa bermanfaat di masa depan bagi siswa.
Saya mencoba mengajarkan kompetensi dasar (KD) 4.1 menggunakan peta, atlas dan globe untuk mendapatkan informasi ruang, dengan cara lain. Jika selama ini saya meminta siswa untuk mengambar peta dengan meniru dari gambar yang sudah ada. Tapi kali ini saya meminta siswa memetakan lingkungan sekitar mereka. Saya mengampuh KD ini dalam empat pertemuan berbeda.
|
Seluruh siswa tampak aktif bekerjasama berbagi tugas dalam praktik memetakan kelas dalam pembelajaran IPS.
|
Memetakan Rumah Teman
Saya melempar pertanyaan kepada siswa,"dapatkan kamu memetakan rumah temanmu, padahal kamu belum pernah mengunjunginya?" Siswa menggeleng tanda tidak mampu. Kemudian saya memotivasi siswa bahwa hari ini mereka bisa memetakan peta rumah teman-teman mereka.
Saya meminta siswa menggambarkan rute dari rumah mereka ke sekolah. Dalam mengambar rute, saya meminta mereka mengingat gedung atau tanda-tanda penting yang mereka lalui setiap harinya.
Gedung dan tanda-tanda penting ini harus mereka masukkan ke dalam rute. Siswa bekerja secara perorangan. Rute yang mereka gambar membantu siswa mengenali lokasi tempat tinggal temannya. Beberapa siswa baru menyadari betapa dekatnya rumah tinggal mereka.
Setelah itu saya menerangkan kepada siswa tentang perbedaan peta, atlas, dan globe. Kemudian saya menambahkan informasi tentang jenis, bentuk dan penggunaan peta.
Syarat Pembuatan Peta
Pada pertemuan berikutnya, saya mengajak siswa mengenali syarat pembuatan peta. Saya menantang siswa dengan dua pertanyaan: 1) mengapa peta menggunakan warna tertentu seperti hijau, kuning, coklat dan biru?; dan 2) mengapa pula setiap peta harus menggunakan skala, tapi angkanya berbeda-beda?
Setelah itu, saya memberikan informasi tentang materi yang dipelajari. Bahwa warna mewakili informasi tertentu. Misalnya warna hijau, biasa menginformasikan tentang hutan. Sedangkan angka memberikan informasi perbesaran dan perkecilan. Kemudian saya meminta siswa.
melakukan kerja kelompok. Mereka saya minta menghitung jarak sesungguhnya antar kota M - Q, yang pada skala peta berjarak 12,5 cm dengan skala 1: 3.500.000.
Peta juga dapat diperbesar dan diperkecil. Proses ini dilakukan sesuai kebutuhan. Kemudian saya menunjukkan kepada siswa cara memperbesar dan memperkecil sebuah peta. Setelah itu siswa diminta melakukan hal yang sama.
Memetakan Kelas
Pada pertemuan terakhir untuk KD yang saya ampu, saya meminta siswa memetakan kelas mereka. Langkah pertama, saya meminta siswa mengukur ruangan dan benda-benda yang ada di dalamnya (seperti kursi, meja, jendela dll). Setelah itu, siswa mengambar ulang kelas dalam kertas sekala dengan ukuran yang ditentukan.
Dalam proses mengukur siswa bekerja secara berkelompok. Namun dalam proses mengambar siswa bekerja secara perorangan. Andreas P. Sirait, siswa kelas VII mengaku senang dengan proses itu. Andreas mengaku mengerti fungsi peta, proses pembuatan dan memanfatkannya."Saya tahu kini kegunaan peta itu," kata Andreas.
|
Inovasi Pendidikan: Media
Komunikasi SMP dan MTs
|
Edisi 10/Mei 2011
|
|