|
7 Langkah Menjadi Guru Profesional
Catatan dari Pengalaman Mansur Eppe, Guru SMPN 2 Pangkep, dalam Penerapan Pembelajaran Bermakna
|
Salah satu model pembelajaran bermakna yang difasilitasi pak Mansyur.
|
1. Kenapa penting melakukan pemetaan kompetensi?
Pemetaan kompetensi merupakan langkah awal dari sebuah rangkaian kegiatan pembelajaran kontekstual. Dalam pemetaan kompetensi guru "melihat dan mengamati" seluruh Kompetensi Dasar (KD) dalam suatu semester secara utuh dan terpadu. KD-KD yang akan dicapai dalam satu semester akan teramati dari segi perbedaannya, persamaannya, cara mengajarkannya, menilainya dan seterusnya. Untuk melahirkan pembelajaran kontekstual, KD-KD tersebut diikat dengan sebuah teks/konteks/tema. Teks/konteks/ tema yang dirumuskan sifatnya aktual dan dekat de-ngan kehidupan sehari-hari siswa. Teks/konteks/tema yang terpilih inilah yang dijadikan payung dan menaungi KD-KD yang akan dibelajarkan.
2.Bagaimana RPP yang mendukung pembelajaran kontekstual?
RPP yang kontekstual adalah RPP yang dijabarkan dari teks/konteks/tema dari kegiatan pemetaan kurikulum, atau dengan kata lain menggunakan teks/konteks atau tema sebagai titik acuan RPP. Karena teks/konteks/tema menjadi acuan maka dengan sendirinya di dalam RPP kontekstual telah terlihat utuh sebuah kegiatan pembelajaran yang berpusat ke siswa dan menggunakan lingkungan atau masyarakat sebagai sumber belajar. Di samping itu di dalam RPP kontekstual tergambar dendengan jelas lembar kerja, media maupun penilaian yang akan digunakan guru.
3. Kenapa harus membuat Lembar Kerja (LK) yang mendorong siswa berpikir kritis?
Lembar Kerja (LK) yang baik adalah yang dapat membantu guru untuk membelajarkan siswa mencapai tujuan pembelajaran dengan efektif dan efisien, memicu berpikir kritis serta mengarahkan untuk melahirkan karya siswa. LK yang buruk adalah LK yang hanya sekedar memberi kesibukan kepada siswa namun tidak memicu berpikir kritis siswa.
Pembelajaran yang menggunakan LK yang baik akan membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi yang merupakan salah satu keterampilan hidup yang harus dimiliki siswa. Meski tidak mudah, LK yang memicu berpikir kritis siswa sebaiknya dibuat oleh guru sendiri atau hasil diskusi dengan teman sejawat.
4. Kenapa penting mengembangkan media pembelajaran?
Media pembelajaran membantu guru dan siswa mempermudah mencapai tujuan pembelajaran. Membantu guru mengajarkan materi secara efektif dan memudahkan siswa memahami materi pelajaran lebih cepat. Namun, tidak semua media yang dibutuhkan dalam pembelajaran kontekstual tersedia di sekolah. Jika tersedia di pasaran harganya relatif mahal, media pembelajaran sebaiknya dikembangkan sendiri oleh guru atau bekerjasama dengan sejawat. Media yang dikembangkan sebaiknya memanfaatkan potensi lingkungan sekitar, mudah digunakan, murah dan menarik bagi siswa.
5. Bagaimana melaksanakan penilaian hasil belajar siswa secara holistik?
Siswa dilahirkan dengan berbagai kecerdasan yang berbeda dan berpengaruh terhadap pencapaian hasil belajar. Sangat tidak adil jika menilai hasil belajar siswa hanya berdasarkan satu kecerdasan saja, misalnya akademik. Keberuntungan bagi siswa yang memiliki kecerdasan akademik bagus namun kerugian bagi siswa yang menonjol kecerdasan kinestetiknya.
Penilaian kinerja, penilaian sikap, penilaian tertulis, penilaian proyek, penilaian produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri, merupakan bentuk penilaian otentik yang mampu menilai kecerdasan siswa yang majemuk secara holistik.
Melakukan penilaian otentik mutlak dilakukan dalam menilai hasil belajar, tidak menonjol hanya menggunakan bentuk penilaian tertulis semata. Rubrik penilaian yang digunakan dalam penilaian otentik akan mampu memberi informasi yang relatif lengkap hasil pembelajaran siswa berdasarkan kecerdasannya masing-masing.
6. Kenapa harus ada karya siswa?
Karya siswa adalah buah dari pembelajaran kontekstual yang direncanakan dan dilaksanakan dengan baik. Karya siswa yang baik dapat dijadikan model dan sumber belajar bagi siswa lainnya. Disamping menggambarkan hasil pembelajaran yang diperoleh siswa, karya siswa juga merupakan cerminan dari kecerdasan majemuk yang dimiliki siswa. Karya siswa mampu mewadahi dan memicu pengembangan kecerdasan majemuk siswa.
7. Kenapa jurnal reflektif penting?
Jurnal reflektif merupakan catatan tentang keberhasilan, ketidakberhasilan, kepuasan ketidakpuasan, atau perasaan lain yang dialami seorang guru setelah melaksanakan suatu pembelajaran kontekstual. Karena merupakan rekaman maka jurnal reflektif sangat penting dijadikan bahan dalam menganalis mengapa suatu pembelajaran sukses atau sebaliknya. Dengan demikian jurnal reflektif pada akhirnya menjadi dasar untuk memperbaiki RPP sehingga pelaksanaan pembelajaran berikutnya dapat lebih baik
|