|
Berita Dari Provinsi
|
Halaman 17
|
Menciptakan Kompetisi Sehat dengan Pajangan Karya Siswa
|
Aktivitas menciptakan karya dan memajang karya merupakan kegiatan yang dapat meningkatkan keaktifan dan kreativitas siswa.
|
Amrulloh, Distrik Fasilitator DBE3 Kabupaten Bojonegoro merefleksikan pembelajaran yang selama ini
dilaksanakannya di kelas. Hasilnya, pemajangan karya siswa sangat efektif mendorong siswa untuk aktif dan kreatif dalam pembelajaran. Berikut penuturannya.
DARI proses pembelajaran yang telah diterapkan, saya menemukan bahwa pemajangan hasil karya siswa secara individu maupun kelompok dapat menjadikan siswa menjadi lebih aktif dan kreatif. Tentunya pemajangan ini bukan sekedar menempel di dinding begitu saja. Kita menyadari bahwa pajangan karya siswa sangat penting sebagai sumber belajar. Sejauh mana pajangan itu menjadi motivasi tersendiri bagi siswa dalam proses pembelajaran adalah tugas kita.. Penulis berusaha menjadikan proses mengkreasi dan memajang karya siswa sebagai ajang kompetisi antar siswa maupun kelompok.
Karya siswa yang dipajang di tempat pajangan dipilih dari beberapa karya terbaik. Siswa lain diberi kesempatan mengamati pajangan dan membandingankan dengan hasil karyanya sendiri. Hal ini mendapat respon positif siawa. Bagi siswa atau kelompok yang karyanya dipajang, mereka merasa mendapat penghargaan tersendiri dan siswa lain termotivasi untuk berusaha keras agar karyanya bisa terpilih untuk dipajang. Kondisi ini menciptakan suasana kompetisi sehat antar siswa maupun kelompok. Lebih jauh kompetisi ini mampu membangun kepercayaan diri siswa dan memperkuat keinginan mereka untuk meraih sukses.
Penulis merasakan kompetisi yang terjadi dalam pembelajaran ini mendorong terciptanya pembelajaran aktif dan kreatif yang melibatkan antusiasme siswa. Satu hal yang penting lagi dari pemajangan ini adalah adanya bukti otentik bahwa kita telah melakukan pembelajaran suatu teori, konsep , tema atau SK/KD tertentu bukan sekedar pembelajaran yang tertuang dalam RPP yang teoretis dan terjilid rapi.
|
Mendekatkan Matematika dengan Kehidupan Nyata
|
Pembelajaran Matematika yang selama ini dianggap menakutkan bagi siswa dapat diubah menjadi mengasyikkan dan kontekstual seperti yang dilakukan di SMPN 2 Semanding Kabupaten Tuban, saat siswa membahas menghitung luas tabung, kerucut dan bola (Gambar 1 dan 2). Selain di kelas, siswa juga memanfaatkan pabrik pembuat dandang (tempat nasi) yang berada di dekat sekolah sebagai sumber belajar (Gambar 3).
|
|
|
Inovasi Pendidikan: Media
Komunikasi SMP dan MTs
|
Edisi 10/Mei 2011
|
|