Inovasi Pendidikan
USAID Indonesia Inovasi Pendidikan DBE Indonesia
 HOME:HALAMAN UTAMA
  Berita DBE3 EDISI 10
 Berita Dari Lapangan
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Berita Dari Provinsi

Halaman 16 


Ekstraksi Aromatherapy dengan Penyulingan

PERANGKAT pembelajaran praktik pemisahan campuran untuk menghasilkan "aromatherapy" yang dikembangkan Dra. Mukhlisotin, Distrik Fasilitator DBE3 Kabupaten Nganjuk ini, memberikan pengalaman siswa untuk mengekstrak campuran zat yang terdapat pada tumbuhan tertentu. Hasilnya berupa cairan yang mengandung minyak atsiri yang sekarang lebih dikenal dengan nama "aromatherapy" karena memang memberikan efek rileks dan menyegarkan. Pembelajaran ini mengajak siswa untuk mengetahui proses pembuatan salah satu produk yang saat ini sangat dibutuhkan di bidang industri kimia dasar. Dengan kegiatan praktik pemisahan campuran, khususnya penyulingan untuk menghasilkan produk aromatherapy diharapkan siswa memahami konsep IPA tentang pemisahan zat, memiliki skill dasar tentang teknologi yang menantang sekaligus menginspirasi siswa untuk peka terhadap potensi lingkungan, masyarakat dan tanah airnya.

Bahan-bahan yang dipilih untuk diekstrak adalah bagian tumbuhan yang mengandung minyak atsiri/minyak yang disukai manusia: bunga, biji, kayu atau akar. Untuk praktik ini digunakan daun jeruk purut dan pandan yang memiliki aroma kuat sehingga siswa mudah menerima konsep 'pemisahan campuran' melalui distilasi. Penggunaan bunga dan pala dimaksudkan untuk penanaman nilai manfaat dari cara tersebut untuk menghasilkan produk yang berorientasi industri dan pemanfaatan potensi alam di lingkungannya. Secara umum proses distilasi adalah proses pemisahan campuran yang didasarkan pada perbedaan titik didih.

Ketika bahan-bahan direbus di tabung destilat maka zat atsiri (zat mudah menguap) yang titik didihnya lebih rendah akan menguap lebih dulu. Uap ini diembunkan pada tabung pendingin dan kembali menjadi 'zat cair beraroma' yang ditampung sebagai hasil pemisahan. Hasil inilah yang dikenal sebagai " " sebagai karya siswa. Siswa juga diminta mengemas karya tersebut agar lebih menarik dan mendiskusikan beberapa permasalahan berkaitan dengan proses ini

Siswa MTsN Nglawak Kabupaten Nganjuk sedang melakukan praktik penyulingan untuk menghasilkan aromatherapy.


Belajar "Petualangan ke Negara Maju"

Drs. Ahmad Syaihu, Distrik Fasilitator DBE3 Kota Surabaya, menuturkan pengalamannya dalam mengajar IPS.

DALAM pembelajaran IPS tentang negara maju, saya memfasilitasi siswa untuk menciptakan permainan yang berjudul "Petualangan ke Negara Maju". Permainan ini seperti monopoli atau halma. Jalannya permainan dimulai dengan pembagian, anggota kelompok yang berjumlah 6 orang tiap orang secara bergiliran akan menjawab pertanyaan yang terdapat di masing-masing negara maju. Pada tiap negara terdapat 10 pertanyaan yang harus dijawab oleh masing-masing anggota.

Jadi secara keseluruhan ada 60 pertanyaan dari 6 negara maju tersebut. Tiap pertanyaan yang benar siswa akan mendapat 10 poin, pada akhir permainan tiap siswa memperoleh poin sesuai dengan banyaknya pertanyaan yang berhasil dijawab. Siswa dinyatakan sebagai pemenang adalah mereka yang pa-ling dulu menyelesaikan 10 pertanyaan, dan tiba di finish lebih awal. Sedangkan yang tidak dapat menjawab pertanyaan, selain tidak dapat poin juga akan mendapatkan hukuman/sanksi yang sudah disepakati seluruh anggota kelompok. Selamat mencoba.

Media permainan petualangan ke negara maju hasil karya siswa MTsN 3 Kota Surabaya yang digunakan pada pembelajaran IPS.


 Inovasi Pendidikan: Media Komunikasi SMP dan MTs

Edisi 10/Mei 2011