Inovasi Pendidikan
USAID Indonesia Inovasi Pendidikan DBE Indonesia
 HOME:HALAMAN UTAMA
  Berita DBE3 EDISI 10
 Berita Dari Lapangan
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Berita Dari Provinsi

Halaman 12 


Jawa Tengah


Guru-guru di Karanganyar antusias mengikuti replikasi BTL 2.

Ayo, Kita Dukung Replikasi!

USAI mengadakan replikasi modul pelatihan DBE 3, suasana pembelajaran di sekolah riuh dengan suara siswa berdiskusi, menyampaikan pendapat, presentasi, bahkan suara tepuk tangan siswa kerap terdengar memberikan apresiasi satu sama lain. Guru berupaya memfasilitasi siswa untuk dapat belajar. Demikian kesan dari seorang guru saat ditanya perubahan apa yang terjadi setelah mengikuti Replikasi Pelatihan DBE 3. Lain lagi kisah Dra. Sri Supanti Nurhayati, M.Pd, setelah para gurunya mengikuti Pelatihan BTL 2 dan BTL 3, dirinya mengaktifkan MGMP tingkat sekolah.

Forum tersebut ternyata cukup efektif untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran. MGMPS IPA misalnya, mereka berhasil mengembangkan RPP sendiri, Lembar Penilaian, Lembar Kerja Siswa hingga merancang media pembelajaran yang sederhana. Kisah keberhasilan replikasi di sekolahnya juga disampiakan Munawaroh, M.Si guru IPS dari Purworejo. "Menyenangkan sekali melihat anak-anak berdiskusi dengan teman kelompoknya, kemudian mempresentasikannya di depan kelas tanpa rasa takut. Guru berusaha mendekatkan dan mengaitkan pembelajaran dengan hal yang dekat dengan anak," ujar Munawaroh yang membawa siswanya ke hutan jati di dekat sekolah untuk menerangkan kesesuaian tanah dengan jenis tanaman yang cocok.

Dalam implementasi dan replikasi program pendidikan, guru berperan strategis dalam peningkatan kualitas. Melalui dukungan berbagai pihak seperti kepala sekolah yang menjadi tokoh sentral, sekolah mampu mengaplikasikan pengajaran dan pembelajaran terbaik. Per Maret 2011 DBE 3 Jawa Tengah mencatat ada 782 sekolah dengan 5.980 guru yang mendapatkan program replikasi. Melalui kontribusi daerah senilai Rp 808.997.700. Bahkan setiap Kabupaten telah memiliki Perencanaan keberlanjutan untuk program replikasi. Ayo, kita dukung replikasi!!!


Ekspresi Pembelajaran lewat Puisi

"SELAIN memperkaya pembelajaran Bahasa Indonesia, puisi dapat merangsang siswa untuk mengekspresikan pembelajaran melalui khasanah kata-kata dan melatih kepekaan terhadap kondisi sekitar," tutur Drs. Heru Purwanta, M.Hum. Dirinya biasa menggunakan alam sekitar sebagai objek penulisan puisi. Tetapi tidak sekedar meminta siswa keluar kelas, melihat alam, kemudian menulis puisi. Cara ini tidak kreatif dan tidak menarik bagi siswa.

Berikut adalah langkah pembelajaran menulis puisi dengan alam sebagai sumber belajar yang dikembangkannya:

  1. Ajak siswa keluar kelas atau tempat terbuka yang lapang. Minta siswa duduk melingkar dan Guru di tengah lingkaran tersebut. Siswa diminta untuk menghayati suasana alam.
  2. Bagi siswa dalam kelompok kecil sesuai dengan jumlah objek yang dijadikan ide penulisan puisi, misalnya "sawah", "pohon kelapa", "sampah", dan sebagainya. Langkah-langkah menulis puisi, yaitu mengamati objek secara cermat, menentukan hal yang paling menarik dari objek tersebut, mendeskripsikannya secara bebas, mengubah deskripsi menjadi baris-baris puisi, dan pada akhirnya menulis puisi secara bebas.
  3. Saat siswa mengerjakan dalam kelompok kecil, Guru berkeliling untuk memberi motivasi kepada siswa. Hal yang perlu diingat, semua karya puisi baik, tidak ada yang salah atau jelek.
  4. Tiba giliran setiap siswa dalam kelompok kecil untuk membacakan hasil karyanya. Minta setiap siswa untuk memberikan penilaian dan menentukan siswa yang akan tampil mewakili kelompok.
  5. Minta siswa berkumpul lagi dalam lingkaran besar seperti semula. Guru menanyakan pengalaman siswa saat menulis puisi dan membacakannya dalam kelompok kecil.
  6. Usai bercerita pengalaman, Guru meminta wakil siswa dari setiap kelompok kecil membacakan puisinya. Agar lebih menarik, setiap siswa diminta untuk memberikan penilaian antar kelompok dan mendapatkan hadiah.
  7. Gali pendapat siswa terhadap siswa yang berhasil memenangkan kompetisi puisi tadi, seperti isi puisi, penghayatan puisi, dan sebagainya.
  8. Kegiatan ditutup dengan kunjung karya. Siswa diminta untuk memajang puisi di lokasi yang bebas, seperti diletakkan di tanah atau di tempel di pohon.

Guru aktif mendampingi siswa menikmati alam dan menulis puisi.

 Inovasi Pendidikan: Media Komunikasi SMP dan MTs

Edisi 10/Mei 2011